IDENTIFIKASI FISIK (KOMODITAS PERTANIAN) DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BAITUSSALAM PASCA GEMPA DAN TSUNAMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI FISIK (KOMODITAS PERTANIAN) DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BAITUSSALAM PASCA GEMPA DAN TSUNAMI


Pengarang

Darwin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051211625

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi fisik (komoditas pertanian) di wilayah pesisir Kecamatan Baitussalam pasca gempa dan tsunami. Seperti diketahui wilayah ini merupakan salah satu wilayah terparah yang dihantarn gelombang tsunami. dan kerusakan lahan di wilayah ini juga terkena dampak yang sangat buruk. Di antaranya, terkikisnya daratan pesisir, turunnya permukaan tanah, dan kerusakan ekosistem. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui jenis komoditi apa yang layak untuk dibudidayakan kembali di Kecamatan Baitussalam dengan merujuk pada kondisi lahan dan mitigasi bencana. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan ini terdiri dari 13 desa. yang hampir keseluruhan desa tersebut terkena dampak tsunami, metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data sekunder, observasi atau pengamatan langsung ke lapangan, dan wawancara dengan informan kunci serta focus group.
Untuk Kecamatan Baitussalam penggunaan kawasan untuk komoditi pertanian didasarkan pada tingkat kerusakan wilayah di Kecamatan Baitussalam. Yang terdiri dari 4 zona kerusakan, zona kerusakan 1 yaitu kawasan daratan yang hilang akibat terendam air laut, zona kerusakan 2 yaitu kawasan yang mengalami rusak total yang berhadapan langsung dengan muka air pasang laut, zona kerusakan
3 yaitu kawasan bahaya menengah yang mengalami kerusakan struktur bangunan dan zona kerusakan 4 yaitu kawasan yang relatif aman.
Untuk kawasan perikanan dapat di budidayakan pada zona 1 dan 2, dengan menggunakan budidaya perikanan laut dan perikanan tarnbak dengan perkiraan luas lahan yang dapat di manfaatkan sebesar 192. 70 Ha. Dan kawasan perkebunan dapat dugunakan pada zona 3, dengan perk.iraan luas lahan 68.5 Ha, kawasan tanarnan pangan pada zona 4 dengan perkiraan luas tanam 1.512 Ha dan untuk kawasn peternakan dapat di budidayakan pada zona 4 dengan perkiraan jumlah ternak 22.012 ekor.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK