<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122968">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN  KREDIT  DALAM PENGENDALIAN INTERN PIUTANG PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Emma Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam  bidang perdagangan  pengelolaan  piutang merupakan unsur penting bagi  kelangsungan suatu usaha, karena salah satu manfaatnya adalah untuk pembiayaan  operasional  perusahaan.  Piutang usaha merupakan asset terbesar bagi suatu perusahaan, karena dengan memberikan penjualan kredit akan mempermudah perusahaan untuk mendapatkan pelanggan yang lebih banyak. Penjualan kredit akan memberikan keuntungan yang lebih besar, hal ini disebabkan penjualan kredit memberikan  laba  yang lebih  tinggi  dibandingkan dengan penjualan  tunai.  Dalam penjualan kredit dapat timbulnya resiko-resiko piutang tak  tertagih dan kesalahan atau bahkan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh karyawan.&#13;
Dengan  adanya  fenomena  di   atas,   maka  perusahaan  harus  teliti   dalam&#13;
melakukan  penjualan  kredit untuk memperkecil  kemungkinan tingkat resiko-resiko piutang tersebut dalam penjualan kredit. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengendalian intern terhadap piutang, yang di  dalamnya  meliputi sistem akuntansi penjualan kredit, lingkungan pengendalian, dan prosedur pengendalian.&#13;
Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  peranan sistem  penjualan kredit dalam rangka pengendalian intern terhadap piutang pada perusahaan Distributor di Banda Aceh.&#13;
Metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh data. dilakukan dengan dua  metode,  yaitu  penelitian  kepustakaan dan  penelitaian  lapangan.  Sehubungan dengan penelitian lapangan, maka teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner&#13;
Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa pada perusahaan distributor di  Banda Aceh sudah diterapkan sistem akuntansi penjualan kredit yang baik, di mana perusahaan Lelah  memperlihatkan adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab, dan juga  prosedur dan  kebijakan-kebijakan  untuk menghindari  resiko-resiko yang bisa terjadi  yang  dapat  merugikan  pcrusahaan.  Sehingga dapat  dikatakan  perusahaan distributor di  Banda Aceh sudah menerapkan pengendalian intern dengan baik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SALES - MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CREDIT - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>332.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122968</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-17 11:35:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-21 15:30:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>