<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122957">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMBUATAN SERPIHAN (FLAKES)  SAGU LNSTAN DENGAN PENAMBAHAN MAIZENA DAN TEPUNG BERAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erma Suryani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Serpihan (flakes) sagu instan dalam penelitian ini merupakan produk yang diolah dari bahan dasar pati sagu dengan campuran tepung lain (pati jagung/atau  maizena  atau tepung  beras)  dengan  nisbah  2: 1.   Pembuatan  serpihan  (flakes)  sagu  instan  meliputi pengayakan   (60   mesh),   penimbangan,   dan   pencampuran   pati   sagu   dengan   pati jagung/atau  maizena  atau tepung  beras.  Selanjutnya  dilakukan  penambahan  air sesuai perlakuan, disertai dengan pengadukan  sampai membentuk suspensi.  Suspensi tersebut dimasak sampai  menjadi  serpihan  (flakes)  sagu  instan.  Penelitian  ini bertujuan  untuk mempelajari  cara pembuatan  serpihan  (flakes)  sagu instan dari bahan  dasar pati  sagu sebagai produk  alternatif pengolahan  pati sagu serta untuk menentukan  nisbah tepung (sagu, maizena atau tepung beras) dan persentase penambahan air yang tepat, sehingga diperoleh   serpihan   (flakes)   sagu   instan  yang      berkualitas   (dari  segi  kimia   dan organoleptik).&#13;
Pati  sagu  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  pati  sagu  dari  jenis&#13;
&#13;
Metroxylon sylvester yang digunakan dalam bentuk serbuk kering yang didapat dari desa Dilib Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar. Rancangan percobaan yang dipakai adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jenis tepung  campuran (T) dengan perbandingan tepung sagu dan tepung  campuran  adalah   2:1, yang terdiri  atas tiga taraf yaitu:  TO=  pati  sagu, TI  = campuran pati sagu dan maizena  (2:1)  dan T2 = campuran pati sagu dan tepung beras (2: l ).  Faktor kedua adalah persentase air yang ditambahkan (A) yang terdiri atas 3 taraf, yaitu:  A1=100%,  A2=  150  % dan A3 = 200% dari berat  tepung  campuran.  Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan.&#13;
Data yang diperoleh  dianalisis menggunakan analysis  of variance (Anova), dan dilanjutkan  dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil)  untuk membedakan pengaruh antar&#13;
perlakuan.  Analisis  k.imia meliputi  analisis  swelling power, nisbah  penyerapan  air,  kadar &#13;
air,  kadar  abu,  ketebalan   serpihan  (flakes) dan uji  organoleptik   yang  meliputi  aroma, wama, tekstur  dan rasa.&#13;
Berdasarkan   penelitian,    diperoleh   hasil   bahwa   jenis   campuran    tepung   dan interaksi  antara  jenis  campuran   tepung   dan  persentase   penambahan   air  berpengaruh sangat  nyata  (P0,05) terhadap  serpihan (flakes) sagu instan.  Berbeda  dengan  persentase   air  yang  memberikan   pengaruh   yang tidak  nyata  (P&gt;0,05)  terhadap  swelling power, nisbah  penyerapan air,  kadar  air,  kadar abu,  ketebalan   dan  juga  uji  organoleptik   (aroma,   warna,  tekstur   dan  rasa)   serpihan (flakes) sagu instan.&#13;
Untuk  memperoleh   serpihan  (flakes) sagu  instan  yang  baik  maka  semua  kriteria&#13;
&#13;
sangat   menentukan   dalam   penelitian    ini.  Serpihan   (flakes)  sagu   instan   yang   baik diharapkan  memiliki  swelling power,  dan kadar  abu  yang  tinggi  serta  memiliki  nisbah penyerapan  air yang rendah  dan kadar  air yang  rendah  serta tipis. Swelling power (daya kernbang)  yang tinggi diperoleh  pada  perlakuan  pati sagu saja dan persentase  air  100)%, dan kadar  abu    yang  tinggi  diperoleh   perlakuan   pati  sagu  saja dengan  persentase   air&#13;
100%. Nisbah  penyerapan  air yang rendah  didapat pada  campuran  pati sagu dan maizena dengan persentase  penambahan air 150%, dan ketebalan  yang rendah  diperoleh  campuran pati sagu dan tepung  beras dengan persentase  air 200%,  sedangkan  kadar air yang rendah diperoleh  campuran  pati  sagu  dan  tepung  beras  dengan  persentase  air  I 00%.  Untuk  uji organoleptik  semua kriteria menurut panelis adalah  sama (berpengaruh  tidak nyata).&#13;
Secara  umum  dapat  disimpulkan bahwa  serpihan  (flakes) sagu  instan  yang  baik&#13;
&#13;
dapat  dihasilkan  oleh ketiga jenis campuran  tepung  dan persentase  air  100%. Sedangkan persentase  air  150  dan  200%  tidak  baik  digunakan  karena  tidak  sesuai  dengan  kriteria yang   diharapkan    dan  menghasilkan   produk   yang   tidak   baik/tidak    disukai   karena menghasilkan swelling power rendah,  kadar  abu rendah, dan kadar  air yang tinggi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122957</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-17 10:09:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-17 10:09:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>