<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122951">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI PEMANFAATAN RUMPUT LAUT PERAIRAN ACEH SEBAGAI BAHAN PENYEMBUHAN LUKA MUKOSA MULUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rachmi Fanani Hakim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penanganan penyembuhan luka rongga mulut dapat tertunda karena tantangan invasi mikroorganisme, anatomi mukosa mulut dan saliva serta pada keadaan diabetes. Tantangan penyembuhan luka pada diabetes berasal dari pembuluh darah yang mengalami makroangiopati dan mikroangiopati, pertumbuhan abnormal dan kebocoran pembuluh darah kecil, yang mengakibatkan edema lokal dan gangguan fungsional pada jaringan yang bersangkutan. Gangguan fungsi sel kekebalan, khususnya makrofag yang mengalami deplesi juga terjadi pada keadaan diabetes. Deplesi makrofag ini selanjutnya menyebabkan kemampuan reepitelisasi tertunda, deposisi kolagen berkurang, angiogenesis terganggu, dan penurunan proliferasi sel pada tahap penyembuhan luka. Keadaan diabetes dapat membuat penyembuhan luka menjadi terganggu dan membuat luka menjadi kronis serta penyembuhan luka yang buruk. Kontrol hemostasis dan kontrol invasi mikroorganisme pada penyembuhan luka dapat mempercepat penyembuhan luka. Alga merah (Gracilaria sp.) merupakan salah satu jenis alga yang banyak tumbuh di Indonesia dan juga di perairan Aceh. Kandungan alga merah berpotensi mempercepat penyembuhan luka diantaranya polisakarida, protein, asam lemak, saponin, triterpenoid, steroid, flavonoids, tannin, phenol, glikosida, alkaloids, kalium, natrium, kalsium, phospor, zinc, cuprum, magnesium dan ferum, vitamin A, B, C dan E, kuinon, monoterpenoid, sesquiterpenes.&#13;
Penelitian eksperimental ini dilakukan beberapa tahap, tahap pertama uji in vitro kandungan alga merah meliputi uji kandungan protein, karbohidrat, lemak, uji fitokimia, uji GCMS, uji aktivitas antioksidan dan uji sitotoksisitas menggunakan larva udang. Uji in silico dilakukan pada protein S100A8, serta uji in vivo meliputi pemeriksaan waktu perdarahan, pemeriksaan sel pmn, sel fibroblas dan serat kolagen tipe III pada luka insisi gingiva hewan coba yang diinduksi diabetes. Analisis Statistik menggunakan ANOVA untuk pemeriksaan pmn dan fibroblas, untuk pemeriksaan waktu perdarahan dan penyembuhan luka klinis menggunakan Kruskal Wallis.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan Rumput laut yang dikoleksi dari Kajhu Aceh Besar dan Karawang teridentifikasi Glacilaria sp., Glacilaria sp. asal Kajhu mengandung karbohidrat 24,65%; lemak 11,55%; protein 10,51%. Kadar kalsium 2,4286 mg dan kadar vitamin c 0,200 mg. Glacilaria sp. asal Karawang mengandung karbohidrat 28,28%; lemak 8,40%; protein 14,01%. Kadar kalsium 3,3603 mg dan kadar vitamin c 0,115 mg. Uji aktivitas antioksidan Glacillaria sp. menunjukkan nilai IC50 (μg⁄mL) 317.7513 untuk alga merah asal Kajhu dan 353.204 untuk alga merah asal Karawang. Hasil uji dengan GCMS rumput laut alga merah asal Kajhu Aceh Besar didominasi asam Heksadekanoat, (9e)-9- octadecanoic acid, 1,2-benzenedicarboxylic acid, erythritol dan kolesterol. Alga merah asal Karawang didominasi gliserol, asam heksadekanoat, kolesterol, 2- hidroksi-1-(hidroksimetil) etil palmitat dan 2-hidroksi-1-(palmitoksimetil) etil palmitat. Uji in silico dengan protein S100A8 menunjukkan afinitas paling besar pada molekul kolesterol yaitu -6,6 Kcal/mmol. Uji in vivo gel Glacilaria sp. asal karawang berpengaruh terhadap waktu perdarahan paling baik yaitu 51.798 detik. Pada fase Inflamasi pengaruh tidak berbeda bermakna antara gel mengandung Glacilaria sp. asal Kajhu maupun Karawang karena aktivitas antioksidan tergolong sangat lemah. Pada fase proliferasi dari hitung jumlah fibroblast paling baik adalah&#13;
vii&#13;
yang diaplikasikan gel mengandung ekstrak 3% Glacilaria sp. asal Kajhu Aceh. Pada fase awal remodeling dari hitung jumlah kolagen kontrol positif yang diberikan gel mengandung asam hialuronat menunjukkan jumlah kolagen paling banyak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan rumput laut (Glacilaria sp.) memiliki potensi sebagai bahan penyembuhan luka mukosa mulut.&#13;
Kata Kunci: Alga merah, Glacilaria sp., penyembuhan luka, mukosa mulut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122951</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-16 20:44:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-17 09:21:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>