KAJIAN PENGGUNAAN JENIS BAHAN PENGAWET TERHADAP KUALITAS NIRA AREN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PENGGUNAAN JENIS BAHAN PENGAWET TERHADAP KUALITAS NIRA AREN


Pengarang

Maswida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405105010048

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sektor pertanian sampai saat ini masih merupakan mata pencaharian sebagian besar penduduk di provinsi Aceh yang tinggal di pedesaan. Sektor pertanian juga masih ditetapkan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di provinsi Aceh, yang diharapkan akan mampu meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani serta sekaligus melepaskan petani dari belenggu kemiskinan. Tanaman aren (Arenga pinnata MERR) adalah tanaman perkebunan yang sangat potensial. Tanaman aren memiliki daya adaptasi luas pada berbagai agroklimat dari dataran rendah hingga I.400 in dpl. Tak helen jika tananan ini tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2002, luas areal tanaman aren di Indonesia adalah 47.730 hektar yang tersebar di berbagai provinsi. Tanaman aren banyak terdapat
di Sumatera Utara, Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Nira adalah cairan yang disadap dari bunga jantan pohon aren. Cairan ini merupakan salah satu komoditas pangan sebagai bahan baku pernyatan gula merah. Selain bahan baku pembuatan gula merah, nira dapat pula digunakan sebngai bahan untuk pembuatan minuman keras (tidak), asam cuka, minuman segar, dan produk baru dari nira aren yaitu gula merah serbuk. Karena komponen gizi yang dimilikinya, nira mudah terfermentasi oleh mikrcorganisme kontaminan. Fermentasi yang teriadi pada nira akan menyebabkan mutu nira menurtin, karena sebagian gula dirombak oleh enzim yang dihasilkan dari proses fermentasi menjadi asam dan alkohol. Hal ini menyebabkan pH nira aren menjadi tunin dan asam (kecut) yang menjadi indikator kerusakan nira.
Gula aren yang berkualitas dihasilkan dari nira yang segar. Nira yang rusak tidak dapat dijadikan sebagai gula (mengganggu proses pencetakan atau pengkristalan). Untuk mempertahankan kesegaran nira maka diupayakan agar proses pertumbuhan mikroorganisme dihambat agar tidak mengarah kekerusakan nira. Pemberian bahan pengawet baik sintetik maupun alami merupakan suatu alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis bahan pengawet sulit batang manggis, kulit batang langsat natrium benzoat, dan kapur tohor) terhadap kunlitas nira aren.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acat Kelompok (RAK), terdiri atas 5 perlakuan, yaitu: A = nira yang tidak diberi pengawet (kontrol), 8 = pemberian kulit batang manggis (0,3 g/liter), C = pemberian kulit batang langsat
(0,3 g/liter), D = pemberian Natrium benzoat (0,2 g/liter), dan E = pemberian kapur tohor (0,2 g/liter). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai pH, total asam, kadar gula pereduksi, dan kadar sukrosa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis bahan pengawet berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK