<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122909">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU  SELAMA PEBUNGAAN TERHADAP FERTELITAS POLEN PADI (ORIZA SATIIVA L.) ASAL ACEH DAN PADI INTRODUKSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ASRINA. &quot; Pengaruh Suhu Selama Pembangunan Terhadap Fertilitas polen Padi (Oriza sativa L.) Asal Aceh  dan Padi lntroduksi&quot;, dibawah bimbingan   Sabaruddin   sebagai   Pembimbing   Utama   dan   Nurhayati   sebagai Pembimbing Anggota.&#13;
          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap fertilitas polen pada berbagai varietas padi lokal  Aceh dan padi Introduksi. &#13;
          Penelitian   ini   dilaksanakan   di   Kebun   Percobaan   dan   Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian  Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh dari bulan Agustus 2009 sampai Januari 2010.&#13;
          Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi  lokal Aceh dan padi Introduksi, pupuk organik, pupuk anorganik (Urea dan NPK), alkohol, bakterisida dan insektisida.  Alat yang digunakan   anatara lain  :  cangkul,  garu, kantong saringan, pisau, ayakan 8 mesh,  148 pot, tray almunium, mistar/meteran, timbangan   analitik,   mikroskop   (tipe   Eclipse),   cawan   petri,   rumah   kaca, thermometer,  alat  tulis,  kamera  Digital  dan  senyawa  H3Bo3,  Ca  (No3le.  4H20,&#13;
Mgso4. 7 H20,  KN03,70% etanol, iodine dan  potassium iodine. &#13;
          Penelitian   ini   menggunakan   Rancangan   Acak   Lengkap   (RAL)   pola faktorial, 2 x 23 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yang diteliti adalah Suhu (S) terdiri atas 2 taraf, yaitu:  Suhu Lingkungan(28-30°C) dan Suhu Tinggi(30-38°C)&#13;
dan   faktor kedua adalah varietas padi (V) yang terdiri atas 23  varietas, yaitu : varietas lokal yang terdiri dari : 80 Padan Semantok, Sirangkoh Lubok Pasi, Si Puteh, Pade Rangan Largo, Itam Tangke Largo, Leukat Panah Semantok, RamosTihio Tanping,  Sirendeun Semantok,  80  Santeut Semantok, Pete Cut Krfusek, Rasi Kuneng Tamping, Kapala Gajal Kinco, Lekat  &#13;
 Adang Lango, Cantik Manis Putih,  Lekat Jerejak  I,ango,  Sipirok,  Sigeudop,  Tanggong,  Cantik  Lembayung.&#13;
Dan varietas introduksi yang terdiri dari: Luohui  I, Wangzhan  1, IRBB27, You 52. &#13;
          Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah persentase polen terwarnai, persentase polen berkecambah. panjang malai, jumlah malai per pot, persentase gabah berisi per malai, persentase gabah hanpa per malai, total gabal per malai&#13;
dan berat 1000 butir.&#13;
          Hasil    penelitian    menunjukkan    bahwa    persentase    polen    terwarnai, persentase polen berkecambah dan  persentase   gabah berisi per malai  tertinggi dijumpal pada suhu lingkungan, sedangkan panjang malai dan persentase  gabah hampa per malai teninggi dijumpai pada suhu tinggi.&#13;
         Varietas  Lekat  Adang  Lango     mempunyai  persentase  polen  terwarnai tertinggi   yang   mencapal   99.94 %  dan   mempunyal   malai   terpanjang   yang mencapai 29.44   cm,   Persentase  polen  berkecambah  tertingg  terdapat  pada&#13;
varietas  Wangzhan  1   dan  IRBB  27  dengan  persentase  perkecambahan  yang mencapai  61.19%  -  61.80  %,.  Jumlah malal  per  pot  terbanyak  terdapat  pada varietas Pade Cut Krusek yang mencapai 41.88, persentase gabah berisi per alai&#13;
tertinggi  terdapat  pada  varietas  80  Padang  Sinantok,  Itam  Tangke  Langgo, Ranos  Tihion  Tamping  dan  Pade  Cut   Krusek  yang  mencapai  77.19-86.74  % sedangkan  persentase  gabah  hampa  per  malai  tertinggi  terdapat  pada   varietas Siputeh,  Sireudeun  Simantok,  Rasi  Kuneng  Tamping,  Kepala  Gajch  Kinco, Tanggon  den  Wangchan  1  yang  mencapai  57.81rf5.15  %  dan  total  gabch  per malal tertinggi pada varietas Ranos Tihion Tamping yang mencapai 805&#13;
Terdapat  interaksi  yang nyata antara perlakuan  suhu  dan varietas  selama pembungan  terhadap  fertilitas  polen  padi  asal  Aceh  dan  padi  lntroduksi  pada persentase   polen   terwarnai,   persentase   polen   berkecambah,   panjang   malai, persentase  gabah berisi per malai, persentase  gabal hampa per malai  dan total gabch per malai. Namun berbeda tidak  nyata terhadap jumlah mahi per pot.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122909</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-15 12:01:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-15 12:01:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>