<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122876">
 <titleInfo>
  <title>STUDI MENGENAI PENGARUH TEMPERATUR AIR DAN UMUR BETON DENGAN PENGGUNAAN CALCIUM CHLORIDE  (CAC1) TERHADAP KUAT TARIK LENTURNYA ( SUATU PENELITIAN BETON DENGAN FAKTOR AIR SEMEN  0,40)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ronal Fazrialsyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan   penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  pemakaian  air pencampur  dengan  temperatur  yang bervariasi  dan  umur  beton  serta  penggunaan bahan tambahan  campuran  (admixture)  Calcium  Chloride  (CaCl)  sebanyak  2 % terhadap  kuat  tarik  lentur  beton.  Dimana  dalam  pelaksanaan  di  lapangan  sering dijumpai  kendala  dalam  hal  pemanfaatan  penggunaan   bekesting  yang  berulang-ulang  dalam  pengerjaan   beton.  Oleh  karena  itu   penggunaan   Calcium   Chloride memungkinkan  dapat  membantu   pengikatan   dan  pengerasan   beton  lebih  cepat  sehingga    memungkinkan    bekesting    dapat   dibuka    lebih   cepat.   Perencanaan campuran  (mix design)  beton   dilakukan  mengikuti  aturan  ACI 211.1-91.  Faktor air semen yang digunakan  adalah  0,40 dengan  variasi temperatur  10C,  20 C dan 30C  dimana pengujian kuat tarik lentur  beton dilakukan  pada saat beton berumur 3,7,  14  dan 28 hari. Benda  uji   berupa balok beton standar  ukuran  15  cm x  15 cm x  60  cm  dan   15  cm  x  15  cm  x  58  cm  dibuat  sebanyak   36  buah.   Dari  hasil pengujian slump,  penggunaan  temperatur  air  10C dan 30°C menghasilkan slump yang lebih besar  dibandingkan  temperatur  air 20C. Hal ini memperlihatkan beton dengan  CaCh  pada  penggunaan   temperatur  air 20°C   menjadi  lebih  kaku  (slump lebih   rendah)   dibandingkan    penggunaan    temperatur    I 0°C   dan   30C   yang   mengakibatkan  beton lebih  encer (slump  lebih  tinggi).  Kuat lentur terbesar  terjadi  pada pemakaian  air bertemperatur 20'C  pada umur perawatan  3 hari sebesar  34,22  kg/cm2 Temperatur   10C  pada  umur  3   hari  pencapaian  kuat  tarik   lentur    lebih  tinggi dari umur 28 hari yaitu 33,7 kg/cm2.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122876</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-14 15:03:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-14 15:03:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>