<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122875">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI  PENAMBAHAN  AIR DAN SEMEN  PADA SUATU PERENCANAAN CAMPURAN  (MIXDESIGN) TERHADAP SUSUT BETON  DAN KUAT TARIK  BELAH  BETON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Darmawan Putra B</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diketahui   bahwa   penambahan  semen   dalam   capuran   beton   akan   meningkatkan kekuatan  beton sedangkan  jika ditambahkan air saja kekuatan    beton akan  menurun tetapi  workabilitas  beton   meningkat.    Penelitian    ini  bertujuan  untuk  mengetahui pengaruh  penambahan air dan semen  tcrhadap  susut beton dan kuat tarik belah beton. Benda  uji  yang  digunakan  untuk  pengujian susut beton  dan  kuat  tarik  belah  beton adalah   silinder  berdiameter  15  em;  tinggi   30  cm  sebanyak   72  buah.  Faktor   Air Semen  (FAS)  yang digunakan adalah  0,3, 0,4 dan 0,5.  Pada  penelitian  ini  dilakukan penarnbahan air dan semen  0%, 10%, 20% dan 30% untuk  masing-masing nilai FAS. Dimana  untuk  setiap   persentase  penambahan air dan semen  dibuat  6 buah benda  uji. Pengujian   susut   dilakukan    di   ruangan    yang    terlindung   dengan    melihat    hasil pembacaan   pemendekkan  benda  uji  pada  dial gauge.  Pengujian  kuat   tarik  belah  dilakukan   pada   umur  28  hari,  dengan   mencatat   besar  penambahan  setiap   I  ton. Peregangan benda  uji dibaca   dengan  alat tranducer yang dipasang pada frame gauge yang dihubungkan pada  alat data logger. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  nilai regangan susut beton akan meningkat seiring peningkatan persentase penambahaan air dan   semen  yang  dilakukan, sedangkan untuk  peningkatan besar  kuat  tarik  belah beton  yang  optimum  terjadi  pada   penambahan air  dan  semen  sebanyak   20%  untuk tiap  FAS  nya.  Hasil  analisis  varian    menunjukkan  bahwa ada   pengaruh yang  nyata antara persentase penambahan air dan semen  terhadap kuat tarik belah beton. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122875</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-14 14:55:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-21 16:01:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>