<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122867">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM RUJUKAN PASIEN BPJS DI PUSKESMAS KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elvira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Magister Kesehatan Masyarakat</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Pelaksanaan sistem rujukan mengatur alur pelayanan pasien dari fasilitas kesehatan pertama ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau sebaliknya. Pelaksanaan sistem rujukan belum sesuai dengan peraturan yang ada yang menyebabkan peningkatan rasio rujukan di puskesmas. Adanya sistem rujukan adalah salah satu contoh kontrol pembiayaan pelayanan kesehatan perseorangan. Apabila sistem rujukan tidak berjalan maka akan menyebabkan biaya perawatan yang meningkat pada tingkat lanjut dan tingginya rujukan pasien BPJS ke Rumah Sakit Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana Implementasi Sistem Rujukan Pasien BPJS di Puskesmas Kabupaten Pidie Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan 12 orang informan yang ditentukan dengan teknik Purposive Sampling terkait penerapan sistem rujukan di puskesmas Hasil: Pelaksanaan sistem rujukan di Puskesmas Pidie, Puskesmas Peukan Baro, dan Puskesmas Tangse mengalami kendala seperti adanya permintaan rujukan oleh pasien BPJS, proses rujuk balik pasien yang kurang berjalan, serta pengawasan dari Dinas Kesehatan yang masih kurang. Sosialisasi sistem rujukan telah berjalan, jumlah dokter umum yang masih kurang, adanya keterbatasan dan kekosongan obat tertentu di puskesmas, komitmen pimpinan puskesmas dan dokter/ dokter gigi dalam implementasi sistem rujukan sudah berjalan, dan ketiga puskesmas telah mempunyai SOP tentang sistem rujukan. Kesimpulan: Pelaksanaan sistem rujukan masih terkendala akibat permintaan pasien, rujuk balik pasien serta kurang pengawasan dari Dinas Kesehatan. Jumlah ketersediaan dokter yang belum sesuai dengan jumlah peserta BPJS di wilayah puskesmas ditambah keterbatasan obat di puskesmas menyebabkan tingginya angka rujukan. Perlu peningkatan komitmen pimpinan puskesmas melalui monitoring dan evaluasi untuk dapat melakukan tindakan intervensi dalam upaya menurunkan rasio rujukan.&#13;
Kata kunci: Implementasi, Puskesmas, BPJS, Sistem rujukan, Rujuk balik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-14 12:25:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-14 14:22:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>