Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA PERBANDINGAN PEMBEBANAN PAJAKRNPENGHASILAN PASAL 21 DAN PENGARUHNYA TERHADAPTAKE HOME PAY KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT PT. ARUN KOTA LHOKSEUMAWE
Pengarang
Muhammad Heri Isham - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9811310544
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2007
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini penulis menekankan pada masalah yang berkaitan dengan pembebanan pajak Penghasilan pasal 21 kepada karyawan yang berpengaruh terhadap Take Home Pay yang diterima karyawan pada Rumah Sakit PT ARUN yang berlokasi di Batuphat, Lhokseumawe.
Penyusunan skripsi ini menggunakan jenis data penelitian baik yang
diklasifikasikan dalam bentuk data primer maupun data sekunder. Data yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah Daftar Gaji Karyawan Golongan IV Rumah Sakit PTARUN untuk periode tahun 2006 yang merupakan variabel penelitiaan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya Pajak Penghasilan Pasal 21 dengan menggunakan pembebanan pajak Penghasilan Pasal 21 yang ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan adalah sebesar Rp. 17.311.718 dan besarnya Pajak Penghaslan Pasal 2I dengan menggunakan pembebanan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang ditanggung sepenuhnya oleh karyawan adalah sebesar Rp. 17.311.718 sementara besarnya Pajak Penghaslan Pasal 21 dengan menggunakan Pajak Penghaslan Pasal 21 yang diberikan perusahaan dalam bentuk tunjangan pajak adalah Rp. 17.900.982 dimana Rp. 17.311.718 dibayar oleh perusahaan dan Rp. 589.264 ( Rp. 17.900.982 - Rp. 17.31 1.718 ) dibayar oleh karyawan. Besarnya Take Home Pay karyawan dengan pembebanan Pajak Penghaslan Pasal 2I yang ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan sebesar Rp.
1.396.429.974 dan besarnya Take Home Pay karyawan dengan pembebanan Pajak
Penghastlan Pasal 21 ditanggung sepenuhnya oleh karyawan adalah sebesar. Rp.
1.379.033.178. dan besarnya take Home Pay karyawan dengan pembebanan Pajak Penghaslan Pasal 21 jika diberikan dalam bentuk tunjangan pajak adalah Rp.1.395.840.709
Berdasarkan hasil penehitran terdapat perbedaan dari ketiga cara pembebanan pajak
Penghaslan Pasal 2I Dimana ketiga pembebanan tersebut mempunyai pengaruh dan
dapat menghasilkan perbedaan pada besarnya take Home Pay yang diterima oleh
karyawan. Oleh karena itu penulis menyimpulkan bahwa besarnya take Home pay yang akan diterima karyawan akan lebih besar apabila menggunakan pembebanan pajak Penghaslan pasal 21 yang ditanggung oleh perusahaan
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA FISIK, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT.ARUN NGL BLANG LANCANG KOTA LHOKSEUMAWE (Nurul Inayat shah, 2025)
PENGARUH TUNTUTAN PEKERJAAN DAN SUMBER DAYA PEKERJAAN TERHADAP HASIL KESELAMATAN DENGAN KEPATUHAN KESELAMATAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA KARYAWAN PT ARUN NGL LHOKSEUMAWE) (Novi Maulida, 2014)
PENGARUH PEMBERDAYAAN KARYAWAN, KERJASAMA TIM, DAN PELATIHAN KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL (STUDI KASUS : PADA KARYAWAN PT. PERTA ARUN GAS DI LHOKSEUMAWE) (CUT NURUL FATHIA, 2018)
EFEKTIVITAS PENERAPAN KOMUNIKASI PERSUASIF PERAWAT DALAM MELAYANI PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ARUN HOSPITAL LHOKSEUMAWE (Irvan Johansyah, 2020)
TANGGUNG JAWAB RUMAH SAKIT TERHADAP KETERLAMBATAN PENANGANAN PASIEN PADA UNIT GAWAT DARURAT (SUATU PENELITIAN DI RUMAH SAKIT PT. ARUN LHOKSEUMAWE) (T.M AL-ALAM DEWANTARA, 2026)