Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH TINGKAT POPULASI SERANGGA PROCECIDOCHARES CONNEXA DALAM MENGENDALIKAN GULMA KIRINYUH (CHOMOLAENA ODORATA)
Pengarang
Sri Nur Sakdiah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9851311319
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sri Nur Sakdinh, 98S1311319, Pengaruh Tingkat Populasi Serangga Procecidochares connexa Dalam Mengendalikan Gulma Kirinyuh Chomolaena adorata . Di bawah bimbingan Dr. Ir. Husni, M. Agric sebagai ketua dan Ir. Hasnah, MP sebagai anggota.
Kajian tentang Pengaruh Tingkat Populasi Serangga Procecidochares connexa Dalam Mengendalikan Gulma Kirinyuh (Chomolaena, telah dilakukan di rumah kasa, Universitas Syiah Kuala, sejak bulan Juni 2004 sampai November 2004. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat populasi imago P. connexa yang efektif dalam menekan perkembangan gulma C. odorala.
Penelitian menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, dengan perlakuan jumlah populasi serangga yang berbeda-beda adalah 2, 4, 6, dan 8 pasang imago P. connexa per gulma. Untuk setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Peubah yang diamati adalah jumlah puru yang terbentuk, persentase cabang C. odorata yang terserang puru dan jumlal imago P. connexa yang muncul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat populasi berpengaruh terhadap jumlah puru yang terbentuk dan jumlah imago baru yang muncul, dimana pada populasi 8 pasang, puru yang terbentuk paling tinggi, begitu juga pada jumlah imago baru yang muncul tertinggi pada populasi 8 pasang. Pada persentase cabang C. odorata yang terserang puru jumlah imago yang diinfestasikan tidak mempengaruhi kemsakan pada ruas cabang atau batang, ini disebabkan karena serangga P. connex:a lebih menyukal ruas cabang atau batang yang lebih muda, sehingga pada ruas cabang atau batang yang muda serangga meletakkan telur lebih dari satu kali. Sedangkan pada nias cabang atau batang yang tua, serangga tidak meletakkan telur. Jadi tinggi atau rendahnya populasi serangga yang diinfestasikan tidak berpengaruh dalam pembentukan puru hal ini dikarenakan serangga lebih terkonsentrasi pada ruas cabang atau batang yang muda (dekat pucuk).
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI MULSA ORGANIK KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA) TERHADAP PERKEMBANGAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.) (Sultani, 2017)
PEMANFAATAN MULSA ORGANIK KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA (L.) KING DAN ROBINSON) SEBAGAI PENGENDALI GULMA PADA TANAMAN KEDELAI DENGAN WAKTU APLIKASI YANG BERBEDA (AMDA RESDIAR, 2016)
POTENSI EKSTRAK GULMA KIRINYUH, SEMBUNG RAMBAT DAN BABADOTAN UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI L) PADA CABAI (Muhammad Ikhsan, 2016)
APLIKASI BEBERAPA JENIS MULSA UNTUK MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. ) (AL BASUKI, 2022)
PEMANFAATAN EKSTRAK KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA L.) PADA STADIA PERTUMBUHAN YANG BERBEDA SEBAGAI BIOHERBISIDA TERHADAP GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (Muhammad Arief, 2016)