Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH DOSIS FUNGSI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DAN RICHODERMA UNTUK MENGENDALIKAN SCLEROTIUM ROLFSII PADA TANAMAN KEDELAI
Pengarang
Hanny Wihardhany - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605103010018
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
633.34
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Hanny Wihardhany/060510310018. Pengaruh dosis Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan trichoderma virens untuk mengendalikan Sclerotium rolfsii. pada tanaman kedelai, dibawah bimbingan Susanna (Ketua) dan Tjut Chamzurni (anggota).
Penelitian mengenai penganih dosis FMA dan T virens untuk mengendalikan S. rolfsii pada tanaman kedelai telah dilakukan di kebun percobann Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala, dari bulan Februari sampai Juli 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi FMA dan T. virens dalam mengendalikan penyakit layu Sclerotium pada tanaman kedelai. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dosis FMA yang terdiri dari : Mo = 0 g polibag -I, M] = 15 g polibag -I dan M2 = 30 g polibag -I, sedangkan faktor kedua adalah dosis r. virens yang terdiri dari : To = 0 g polibag -I, T` = 100 g polibag -t, T2 = 200 g polibag -I dan T3 = 300 g polibag -I, dengan demikian didapat 12 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 36 satuan unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 polibag sehingga jumlah polibag seluruhnya adalah 144 polibng. Seluruh data diuji homogenitasnya dengan uji leven (uji homogenitas), kemudian dianalisis secara statistik dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bchwa aplikasi FMA dan T. virens mempengaruhi perkembangan S.rolfsii. Pemberian FMA dan I. virens tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap persentase perkecambahan benih kedelai, panjang lesio, tinggi tanaman 15 dan 30 HST, persentase tanaman layu dan bobot kering biji tanaman-serta terdapat interaksi antara FMA dan r. virens pada tinggj tanaman 45 HST.
Pengaruh dosis terbaik adalah pemberian FMA dengan dosis 30 g polibag-I dan T. virens 300 g polibng-I. Pemberian FMA pada dosis 30 g polibag-t mampu meningkatkan perkecambahan benih sebesar 70,83%, mempependek lesio yang terbentuk pada pangkal batang tanaman kedelai hingga 1,65 cm, meninghatkan tinggi tanaman sebesar 29,11 cm (15 HST) dan 56,22 cm (30 HST), menimbulkan persentase tanaman layu sampai 20,83% serta mengupayakan produksi yang optimal dengan bobot kering biji tanaman-I sebesar 36,92 g. Sementara pemberian T. virens pada dosis 300 g polibag-1 mampu meningkatkan perkecambahan benih sebesar 74,44%, memperpendek lesio yang terbentuk pada pangkal batang tanaman kedelai hingga I,54 cm, meningkatlran tinggi tanaman sebesar 29,04 cm (15 HST) dan 55,57 cm (30 HST), menimbulkan persentase tanaman layu sampai 27,78% serta mengupayakan produksi yang optimal dengan bobot kering biji tanaman-I sebesar 29,71 g, sedangkan tinggi tanaman 45 HST mencapai 91,20 cm.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH JENIS TANAH DAN DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI(GLYCINE MAX L. MERRIL) (Nurmasyitah, 2014)
PENGUJIAN BEBERAPA DOSIS PUPUK ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (SCLEROTIUM ROLFSII) PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAR L.) (Sartika SR, 2024)
OPTIMALISASI TANAH KRITIS DENGAN MIKORIZA DAN FOSFAT UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN SERAPAN HARA KEDELAI (Yusrizal, 2017)
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN, SERAPAN HARA DAN HASIL KEDELAI (GLICINE MAX(L) MERRIL) PADA LAHAN KRITIS (Eka Sri Wulandari, 2016)
APLLKAS I FUNGI MIK ORIZA ARB USKULA (FMA) UNT UK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (SCLEROTIUM ROLFSII SACE) PADA TANAMAN KEDELAI (Asyulita, 2024)