PENGARUH PEMBERIAN AUKSIN DAN SITOKININ TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACK.)RNPADA MASA PEMBLBITAN AWAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN AUKSIN DAN SITOKININ TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACK.)RNPADA MASA PEMBLBITAN AWAL


Pengarang

Oky Sanjaya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705101010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

OKY SANJAYA. "Pengaruh Pemberian Auksin dan Sitokinin Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack.) pada masa Pembibitan Awal. Zuyasna sebagai pembimbing utama dan Hasanuddin sebagai pembimbing
anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Auksin atau Sitokinin pada konsentrasi tertentu dan pengaruh interaksi antara kedua faktor terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada masa pembibitan awal. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Panteriek Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh yang berlangsung dari tanggal 4 Maret sampai dengan 12 Juni 2011.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecambah kelapa sawit varietas Tenera. media tanah, pasir, pupuk kandang, pupuk NPK, zat pengatur tumbuh (Auksin dan Sitokinin), dan polibag. Alat yang digunakan adalah timbangan analitik, tabung reaksi, gelas ukur. jangka sorong, pipet tetes. oven. cangkul, penyemprot, gembor, mistar, tali rafia, paranet, ayakan dan alat tulis.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 27 kombinasi perlakuan dan 81 unit percobaan. Faktor yang diteliti adalah Auksin dan Sitokinin masing-masing dengan 3 taraf.
Peubah yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman, pertambahan panjang daun pertama, pertambahan panjang daun kedua, pertambahan diameter pangkal batang dan jumlah daun pada umur 6, 9, dan 12 minggu setelah tanan, serta berat berangkasan basah dan beret berangkasan kering pada umur 12 minggu setelah tanam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Auksin berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan panjang daun pertama dan pertambahan panjang daun kedua, pertambahan diameter pangkal batang, jumlah daun pada umur 6, 9, dan 12 minggu setelah tanam, berat berangkasan basah, serta berat berangkasan kering pada umur 12 minggu setelah tanam. Namun ada kecenderungan hasil terbaik dijumpai pada pemberian 4 ml/I Auksin.
Pemberian Sitokinin berpengaruh tidak nyata tethadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan panjang daun pertama dan pertambahan panjang daun kedua, pertambahan diameter pangkal batang, jumlah daun pada umur 6, 9, dan 12 minggu setelah tanam dan berat berangkasan basah serta berat berangkasan kering pada umur 12 minggu setelah tanam. Namun ada kecenderungan hasil terbaik dijumpai pada pemberian 4 mI /1 Sitokinin.
Pnda penelitian ini tidak ditemukan pengaruh yang nyata terhadap seluruh peubah yang diamati, diduga selain selang waktu yang relatif lama dan aplikasi yang lebih pendek dalam penyemprotan zat pengatur tumbuh, konsentrasi yang rendah, cara pengaplikasian yang kurang tepat dan hilang karena dibawa angin juga menjadi suatu pendugaan dimana bibit sawit yang diberikan zat pengatur tumbuh tidak memberikan respon terhadap pertumbuhannya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK