<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122837">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN METODE KRIOPRESERVASI SPERMA IKAN BETOK ANABAS TESTUDINEUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Maulida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan betok Anabas testudineus adalah salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Ikan ini telah dibudidayakan, namun teknologi pembenihan ikan betok khususnya penyimpanan sperma masih dalam tahap pengembangan. Alternatif yang dapat diterapkan dalam pengembangan metode penyimpanan sperma diantaranya adalah penyimpanan jangka pendek dan penyimpanan jangka panjang. Penyimpanan jangka pendek atau preservasi refrigerasi menjadi salah satu alternatif sederhana dan murah untuk memfasilitasi program manajemen dan reproduksi budidaya ikan betok serta mendukung untuk penyimpanan sperma ikan. Penyimpanan jangka panjang atau dikenal dengan kriopreservasi sperma merupakan metode penyimpanan sperma yang perlu dikembangkan untuk menjamin ketersediaan sperma ikan betok secara terus menerus dan dapat digunakan saat diperlukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan konsentrasi ekstender, krioprotektan, antioksidan dan antibiotik yang sesuai untuk mendukung pengembangan kriopreservasi sperma ikan betok. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), pada penelitian tahap I terdiri dari 5 jenis ekstender yaitu alsever’s solution, urea solution, ringer, NaCl fisiologis dan glucose base. Selanjutnya, sperma diencerkan dengan masing-masing ekstender dengan ratio (1:60), kemudian disimpan pada suhu 4 ℃ dan diamati setiap 24 jam selama 6 hari untuk mengetahui kualitas sperma. Penelitian tahap II terdiri dari empat seri penelitian yang terpisah, masing-masing seri menguji satu jenis krioprotektan dengan lima tingkat konsentrasi. Jenis krioprotektan yang digunakan adalah DMSO, metanol, gliserol dan etanol, sedangkan konsentrasi ujinya adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%, dengan masing-masing tiga ulangan. Penelitian tahap III terdiri dari 3 ulangan, dengan menguji 6 jenis antioksidan yang meliputi asam askorbat, beta karoten, glutation, butylated hydroxytoluene (BHT), myo-inositol, alfa tokoferol dengan beberapa dosis yang sama yaitu 0, 20, 40, 60 mg L-1. Sedangkan penelitian tahap IV terdiri dari 3 ulangan, dengan menguji 4 jenis antibiotik yaitu penisilin, streptomisin, vanilin dan kurkumin, dengan beberapa konsentrasi yang sama yakni 0%, 0,25%, 0,35% dan 0,45%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstender, krioprotektan, antioksidan dan antibiotik berpengaruh nyata terhadap motilitas, viabilitas dan fertilitas sperma ikan betok (P &lt; 0.05). Nilai motilitas, viabilitas dan fertilitas tertinggi diperoleh pada penambahan ekstender glucose base, masing-masing sebesar 45,83%, 43,83% dan 46,28%, yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Penambahan krioprotektan diperoleh konsentrasi terbaik pada jenis krioprotektan DMSO dan metanol adalah pada konsentrasi 10%, untuk gliserol pada konsentrasi 5%, sedangkan etanol pada konsentrasi 15%. Namun demikian, secara umum nilai motilitas, viabilitas dan fertilitas tertinggi diperoleh pada penambahan krioprotektan 10% DMSO. Hasil analisis integritas DNA sperma ikan betok dengan penambahan krioprotektan menunjukkan bahwa seluruh sampel DNA sperma tidak terbentuk fragmen, artinya tidak terjadinya kerusakan pada DNA sperma ikan betok pada semua sampel yang diuji, baik sampel sperma segar maupun sampel sperma pasca kriopreservasi. Penambahan antioksidan diperoleh dosis terbaik pada jenis asam askorbat, beta karoten, glutation, myo-inositol dan alfa tokoferol yaitu dosis 60 mg L-1 sedangkan dosis terbaik pada antioksidan BHT yaitu dosis 20 mg L-1. Secara umum nilai motilitas, viabilitas dan fertilitas terbaik diperoleh pada penggunaan glutation dan myo-inositol dosis 60 mg L-1, namun dari segi ekonomis dan praktis 60 mg L-1 myo-inositol direkomendasikan untuk sperma ikan betok. Hasil analisis integritas DNA sperma ikan betok dengan penambahan antioksidan menunjukkan bahwa seluruh sampel DNA sperma tidak terbentuk fragmen, artinya tidak terjadinya kerusakan pada DNA sperma ikan betok pada semua sampel yang diuji, baik sampel sperma segar maupun sampel sperma pasca kriopreservasi. Terakhir, pada penambahan antibiotik diperoleh dosis terbaik pada penambahan penisilin dan vanilin yaitu 0,25%, sedangkan penambahan streptomisin dan kurkumin pada dosis 0% (tanpa antibiotik atau kontrol). Namun demikian, secara umum jenis dan konsentrasi antibiotik yang direkomendasikan pada kriopreservasi sperma ikan betok adalah 0,25% penisilin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa glucose base merupakan ekstender terbaik, 10% DMSO adalah jenis dan konsentrasi krioprotektan terbaik, myo-inositol dosis 60 mg L-1 adalah jenis dan konsentrasi antioksidan terbaik sedangkan 0,25% penisilin adalah jenis dan konsentrasi antibiotik terbaik yang direkomendasikan untuk kriopreservasi sperma ikan betok. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Anabas testudineus, glucose base, DMSO, glutation, penisilin &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122837</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-13 11:31:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-13 11:51:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>