<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122833">
 <titleInfo>
  <title>INTERSEPSI PADAJENIS  POHON MAHONI (SWIETANIA MAHAGONI) DAN PINUS (CASUARINA CUNNINGHAMIA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Zaki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Intersepsi  hujan  adalal  proses  tertahannya  air  hujan  pada  permukaan vegetasi  sebelum  diuapkan  kembali  ke  atmosfer.   Penelitian  yang  berhubungan dengan intersepsi ini masih kurang, sehingga perlu dilckukan penelitian intersepsi&#13;
pada  beberapa jehis  tanaman.  Walaupun  selama  ini  intersepsi  hanya  memiliki nilai   yang   kecil   dan   terkadang   diabaikan,   namun   pada   beberapa   tanaman mempunyaj  efek  yang  cukup  besar.  Tujuan  daii  peneljtian  ini  adalah  untuk mengetahui besarnya intersepsi pada pohon Mahohi dan Pinus serta mengetahui hubungan antara curah hujan dan  intersepsi.&#13;
          Pada penelitian ini diambil sampel pada pohon Mahoni dan Pinus dengan jumlah  masing-masing  3  sampel  pohon.  Ada  dua pendekatan  untuk  mengukur juulch intersepsi, pendekatan pertama yaitu pendekatan neraca volume (volume&#13;
Balance Approach) sedangkan pendekatan kedua yaitu pendekatan neraca energi (Energy   Balance  Approach).   Dalam  penelitian  ini  menggunakan  pendekatan neraca  volume,  dengan  pengukuran  curah  hujan,  air  lolos,  aliran  batang   dan intersepsi selama sepuluh hari hujan. &#13;
          Pada   rata-rata   Mahoni   diperoleh  jumlah   air   lolos   sebesar   187   mm (88.21%) dari jumlah total  curah hujan dan koefisien korelasi  (r)  sebesar 0.485, aliran batang 9.5 mm (4,48%) dari jumlali total curah hujan dan koefisien korelasi&#13;
(I) sebesar 0.454,  intersepsi  15.5  mm (7.31%) dari jumlah total curah hujan dan koefisien  korelasi  (r)  sebesar  0.554.  Sedanglcan  pada  Tata-rata  Pinus  diperoleh jumlah air lolos sebesar  121.87 mm (57.48%) dari jumlah total curah hujan dan&#13;
koefisien  korelasi  (r)  sebesar 0.499,  aliran batang 2.9  mm  (I.37%)  dari jumlah  total  curah  hujan  den  koefisjen  korelasi  (r)  sebesar 0.795,  jntezxpsi  87.23  mm (41.15%) dari jumlah total curah hujan den koefisien korelasi (r) sebesar 0.505.&#13;
          Besar  kecilnya  air  lolos,  aliran  batang  dan  intersepsi  dipengaruhi  oleh kecepatan  angin,  kerapatan  dan  bentuk  tajuk.  Setelah dilakukan  penelitian  air lolos  dan  aliran  batang  pada  Mahoni  lebih  tinggi  daripada  Pinus,  sedangkan&#13;
intersepsi  lebih  tinggi  pada  pohon  Pinus  dibandingkan  pohon  Mahoni.  Hasil penelitian   ini  juga   menunjukhan   bahwa   semakin   tinggi   curah   hujan   maka persentase  jumlah  intersepsi  semakin  kecil.  Hal  ini  disebabkan  karena  faktor keadaan tajuk dan faktor iklim.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-13 10:26:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-13 10:26:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>