<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122825">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POLA KERUNTUHAN BANGUNAN TEMBOKAN AKIBAT GEMPA DENGAN PENDEKATAN 3D MIKRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanil Al Kanafi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah Aceh yang terletak di zona subduksi Indo-Australia dan Eurasia sangat rawan gempa. Aktivitas seismik ini menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan infrastruktur. Bangunan tembokan atau masonry wall merupakan sistem struktur bangunan yang  pada umumnya dipakai pada bangunan perumahan rakyat. Sistem masonry wall ini, merupakan struktur bangunan dimana beban bangunan dipikul oleh dinding. Ada dua tipe bangunan tembokan yaitu, bangunan tembokan dengan sistem terkekang (confined masonry) dan bangunan tanpa pengekangan yaitu (unconfined masonry). Bangunan dengan sistem terkekang dipercaya mampu menahan beban gempa dengan cukup baik dibandingkan dinding tanpa pengekanan. Akan tetapi pada bangunan tanpa pengekangan ini masih dipilih sebagai konstruksi rumah tinggal pada sebagian masyarakat di Indonesia. Sehingga untuk mengurangi risiko bencana seismik, telah dilakukan penelitian untuk memahami ketahanan dinding bata tanpa pengekangan ini terhadap beban dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana respon dinding bata terhadap gempa, dengan modelan menggunakan aplikasi ANSYS LS-DYNA melalui pendekatan Simplified micro modelling (SMM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan yang cukup besar antara hasil eksperimen dan simulasi, yang kemungkinan disebabkan oleh sejumlah asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini, disimpulkan bahwa pola keruntuhan pada simulasi memiliki rentak diagonal dengan waktu runtuh pada detik 35,10. sedangkan pada model yang sama keruntuhan eksperimental pola retaknya segaris lurus dengan waktu runtuh pada detik 32,66. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya nilai gagal geser dan nilai gagal tarik pada bata. Tegangan maksimum pada Model F mencapai 13,030 MPa, sementara tegangan minimum pada model yang sama sebesar -12,450 MPa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-09 21:28:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-13 09:09:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>