<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122822">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASYRA ALQADRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 88/Pid.B/2023/Pn.Bna, memutuskan Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan terhadap Korban RK dan AT. Akibat perbuatannya terdakwa dijerat dengan Pasal 170 Ayat (2) Ke-2 KUHP dengan hukuman penjara 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan. Dalam putusan itu, telah dihadirkan alat bukti berupa Visum et Repertum yang memuat tentang luka korban. Namun, pada kenyataannya terdapat kekurangan penyebutan luka yang diterima oleh Korban serta Hakim tidak memberikan rasa keadilan kepada korban karena kurang memperhatikan kekurangan isi VeR sebagai pertimbangannya menjatuhkan putusan. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah untuk untuk menganalisis bahwa isi Visum et Repertum terdapat kekurangan penyebutan luka yang diterima oleh korban serta Hakim tidak memberikan rasa keadilan berdasarkan kekurangan isi Visum et Repertum sebagai pertimbangannya menjatuhkan putusan. Jenis penelitian yang dipergunakan yaitu penelitian hukum normatif dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa isi visum terdapat kekurangan dalam penulisan luka dan derajat luka, sehingga tidak tergambarkan dengan jelas keadaan yang dialami korban dan dalam pertimbangannya Hakim kurang memperhatikan dalam memutuskan suatu perkara berdasarkan hasil visum yang tidak rinci. Isi Visum sangat perlu diperhatikan karena terdakwa melakukan pemukulan yang sangat fatal yaitu dibelakang kepala dan hal tersebut bisa membahayakan bagi korban, sehingga hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih memberatkan dan memberikan rasa keadilan bagi korban.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122822</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-08 16:52:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-13 09:06:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>