PENGARUH FAKTOR SOSIO EKONOMI, PERSEPSI WAJIB PAJAK DAN KETIDAKADILAN SISTEM PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH FAKTOR SOSIO EKONOMI, PERSEPSI WAJIB PAJAK DAN KETIDAKADILAN SISTEM PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Mulyadi M - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0401103010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

657.46

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosio ekonomi, persepsi Wajib Pajak dan ketidakadilan sistem perpajakan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di kota Banda Aceh.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yang bertujuan
untuk mengetahui korelasi dan melihat pengaruh variabel independen yaitu I. Faktor Sosio Ekonomi yang terdiri dari Tingkat Pendidikan (X1), Status Kepemilikan Rumah (X2), Jenis Pekerjaan (X3), Rata-rata Total Penghasilan Per Tahun (X), 2. Persepsi Wajib Pajak (Xs) dan 3. Ketidakadilan Sistem Perpajakan CX6) terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banda Aceh. Sedangkan pemilihan sampel dilaku.kan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 96 responden, dimana sampel yang dipilih adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang berdomisili di kota Banda Aceh non Pegawai Negeri Sipil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosio ekonomi, persepsi Wajib Pajak,
dan ketidakadilan sistem perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib
Pajak. Hal ini ditunjukkan oleh persamaan regresi Y= 2.473 - 0.007 X1- 0.008 X2 + 0.138
X3-0.037 X4, + 0.104 X5+ 0.165 65+e. Hasil pengolahan data juga memperlihatkan nilai
koefisien korelasi (R) sebesar 0,804 clan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,622 ini
berarti kepatuhan Wajib Pajak erat hubungannya dengan faktor sosio ekonomi, persepsi Wajib Pajak dan ketidakadilan sistem perpajakan yaitu 62,2% selebihnya sebesar 38.8% dipengaruhi oleh variabel lain.
Dari hasil pengujian secara simultan diperoleh nilai Fhitung sebesar 27.104, sedangkan
Ftabel sebesar 2.202, ini berarti f-hitung > f-tabel sehingga penelitian ini menerima hipotesis yang diajukan (Ha). Sedangkan secara parsial variabel yang mempunyai nilai koefisien regresi paling besar (paling dominan), adalah ketidakadilan sistem perpajakan (X6) mempunyai pengaruh dominan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.165, kemudian disusul oleh variabel jenis pekerjaan (X3) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.138. selanjutnya persepsi Wajib Pajak (X5) memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,104.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah secara keseluruhan responden setuju terhadap indikator yang diteliti, artinya faktor sosio ekonomi, persepsi Wajib Pajak dan ketidakadilan sistem perpajakan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terbadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di kota Banda Aceh yaitu sebesar 62,2% dan selebihnya sebesar 38,8% dipengruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini.








Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK