<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122811">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN PEKTIN PADA PEMBUATAN JELI DARI BUAH MANGGA (MANGIFERA INDICA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Sartika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman  mangga (Mangifera indica L.) merupakan  salah satu jenis tanaman buah-buahan  yang tertua  di daerah tropis. Buah mangga termasuk  buah-buahan  yang mudah rusak (perishable), oleh  karena itu perlu penanganan  pasca panen yang tepat. Untuk menghindari kerusakan,  mangga  dapat diolah atau diewetkan  menjadi produk makanan   lain   seperti   buah   kalengan,   manisan,   selai,  jeli,   dan   produk   lainnya (Widyastuti,  1993).  Pemanfaatan  buah mangga  sebagai  bahan baku pada pembuatan jeli mangga merupakan  salah satu alternatif untuk mengantisipasi produksi yang melimpah  sehingga hargajual tetap menguntungkan.&#13;
Jeli dibuat dari daging atau sari buah yang diproses menyerupai gel dan mengandung  gula, asam, dan pektin. Buah-buahan  yang bisa dibuat jeli terbatas pada buah-buahan   tertentu,  yakni  buah-buahan   yang  mengandung  zat  pektin  (Sarwono,&#13;
1994). Jeli berpenampakan jernih transparan,  berbentuk gelatin, dan beraroma seperti buah asalnya.&#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui   pengaruh   konsentrasi  gula  dan pektin terhadap  mutu jeli mangga yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium    Pengolahan    Nabati   dan   Laboratorium    Analisis   Pangan,   Jurusan Teknologi Hasil Pertanian,  Fakultas  Pertanian,  Universitas  Syiah Kuala, Darussalam Banda   Aceh,   berlangsung    pada   bulan   Juli   2005.   Penelitian   ini   menggunakan Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL) faktorial pola 3x3 dengan dua faktor, yaitu faktor konsentrasi  gula  (S)  dan  konsentrasi  pektin  (P).  Faktor  konsentrasi  gula  (S) terdiri&#13;
atas 3 taraf, yaitu:  S1= 45%, S2 = 55%, S3 = 65%, serta konsentrasi pektin (P) terdiri atas 3  taraf,  yaitu P1  = 0,6%, P2 = 0,75% dan P3 =  1%.  Dengan demikian terdapat  9&#13;
kombinasi   perlakuan    dengan   tiga   kali   ulangan   sehingga   diperoleh   27   satuan percobaan.  Data  yang diperoleh  dianalisis  dengan  analisis  sidik ragam dan uji lanjut dengan  uji  Beda  Nyata  Terkecil  (BNT).  Parameter yang  diamati  adalah  kadar  air, nilai  pH,  kadar  gula,  total  asam,  Selain  itu  dilakukan  juga uji  hedonik  (kesukaan) terhadap warna, aroma, rasa, dan daya oles jeli mangga.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula (S) berpengaruh  sangat nyata (P0,05) terhadap   semua   parameter   lainnya   yang   diamati.   Kadar  air  jeli   mangga  yang dihasilkan  berkisar  antara  29,58-38.78%,  pH  2,98-3.66,   kadar  gula  64,13-78,61%, total asam 73,52-92,67  ml NaOH/100 g bahan. Nilai kesukaan panelis terhadap wama jeli  mangga  berk.isar antara 3,30-3,68  (tingkat  penerimaan  biasa - suka), aroma  3,07-&#13;
3,20 (tingkat penerimaan  biasa ), rasa 2,47-3,35  (tingkat  penerimaan  biasa), daya oles&#13;
2,78-4,05   (tingkat  penerimaan    biasa   -  suka).   Perlakuan  terbaik   diperoleh   pada konsentrasi gula 55% dan pektin  0,6% (S2P I) dengan  karakteristik jeli  mangga yaitu kadar  air  32,84%,  pH  3,07,  total  asam  80,07  ml  NaOH/100gr  bahan,  kadar  gula&#13;
72,39%, nilai organoleptik warna 3,48 (tingkat penerimaan  suka), aroma 3, 18 (tingkat penerimaan  biasa),  rasa 3, 10 (tingkat penerimaan biasa),  dan daya oles 4,05 (tingkat penerimaan  suka).&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MANGOES - ORCHARD CROP</topic>
 </subject>
 <classification>634.44</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122811</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-08 15:56:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-08 16:07:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>