PENGARUH ORIENTASI PROFESI TERBADAP KONFLIK PERAN:RNPARTISIPASI ANGGARAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA DENGAN ORIENTASI MANAJERIAL (PENELITIAN EMPIRIS PADA LEMBAGA HUKUM ADAT LAOT/ PANGLIMA LAOT ACEH BESAR DAN BANDA ACEH DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH ORIENTASI PROFESI TERBADAP KONFLIK PERAN:RNPARTISIPASI ANGGARAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA DENGAN ORIENTASI MANAJERIAL (PENELITIAN EMPIRIS PADA LEMBAGA HUKUM ADAT LAOT/ PANGLIMA LAOT ACEH BESAR DAN BANDA ACEH DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM)


Pengarang

Afkhar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9911310553

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Konflik peran terjadi jika individu mempunyai peran ganda yang bertentangan atau menerima berbagai pengharapan atas peran yang bertentangan dengan jabatan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi profesi para manajer/ Panglima Laot di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, yang sekaligus memiliki orientasi manajerial melalui jabatannya masing-masing terhadap kemungkinan timbulnya konflik peran ketika mereka berpartisipasi dalam anggaran sebagai alat ukur kinerja.
Sampel penelitian adalah 13 orang Panglima Laot di wilayah Aceh Besar dan
Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuisioner kepada masing- masing sampel. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan peralatan statisti.k regresi linier berganda.
Hasil penelitian menemukan bahwa orientasi profesi berpengaruh negarif terhadap konflik peran. Sebaliknya orientasi manajerial dan partisipasi anggaran justru berpengaruh positif. Interaksi antara orientasi profesi dan orientasi manajerial berpengaruh positif terhadap konflik peran. Begitu juga halnya dengan interaksi orientasi profesi dan partisipasi anggaran. Sebaliknya interaksi antara ketiga variabel independent tersebut (orientasi profesi, orientasi manajerial, dan partisipasi anggaran) berpengaruh negatif terhadap konflik peran. Pengujian statistik menunjukkan nilai F hitung sebesar 0,633 lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai F tabel pada tingkat keyakinan 95% menunjukkan angka sebesar 4,284. Maka, hipotesis Ho diterima dan sebaliknya hipotesis Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengarub yang signifikan antara orientasi profesi, orientasi manajerial, dan partisipasi anggaran terhadap konflik peran para Panglima Laot di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh. Selanjutnya secara parsial, ketiga variabel independent tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap konflik peran.
Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah baik secara sirnultan
maupun secara parsial, orientasi profesi, orientasi manajerial, dan partisipasi anggaran serta interaksi antara variabel tersebut, tidak berpengaruh signifikan terhadap konflik peran para Panglima Laot di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK