Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH CAMPURAN SERAT FIBER PADA TANAH LEMPUNG DESA LAMBAROH ACEH JAYA TERHADAP PARAMETER KUAT GESER DENGAN UJI TRIAKSIAL
Pengarang
Rahmadi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0604101020098
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Usaha untuk meningkatkan kekuatan tanah dapat dilakukan antara lain dengan menstabilisasikan tanah dengan penambahan serat kedalam tanah yang dikenal dengan metode perkuatan tanah (soil reinforcement). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat fiber PP yang digunakan sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai parameter kuat geser yaitu sudut geser (0) dan kobesi (c) tanah lempung. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Desa Lambarob Kabupaten Aceh Jaya. Tanah tersebut menurut klasifik.asi AASHTO tergolong jenis tanah lempung dengan simbol kelompok A-7-5 (35). Menurut USCS termasuk golongan tanah lempung organik dengan plastisitas sedang sampai tinggi yang disimbolkan OH (Organic High) dengan indeks plastisnya adalah 26,47%. Serat yang digunakan berupa serat fiber Polypropylene (PP) yang berasal dari toko grosir di kota Banda Aceh. Persentase penambahan serat fiber PP yaitu 0%, 0,2%, 0,4% dan 0,6% dari berat isi kering (y) benda uji dibuat sebanyak 20 sampel yang terdiri dari 60 sub sampel. Hasil pengujian proctor tanah tanpa campuran didapat nilai OMC 24,03% dengan berat isi kering (Y) 1,361 gr/cm3. Hasil pengujian Triaksial tanah asli tanpa campuran menghasilkan nilai 0 28,58° dan kohesi (c) 0,85 kg/cm. Pada tanah campuran serat memperlihatkan bahwa nilai sudut geser (¢) tertinggi dicapai pada pencampuran 0,2% serat fiber polypropylene panjang 3 cm yaitu sebesar 29,54", sedangkan nilai sudut geser ( ¢) terendah pada pencampuran 0,6% serat fiber polypropylene (PP) panjang 1 cm yaitu sebesar 28,05". Nilai kohesi (c) tertinggi dicapai pada campuran serat fiber 0,2% panjang 3 cm yaitu sebesar 0,88 kg/cm2 ,
sedangkan nilai kohesi (c) terendah pada pencampuran 0,6% serat fiber (PP)
panjang 1 cm yaitu sebesar 0,82 kg/cm2 .Dengan demikian penambahan serat fiber polypropylene mempengaruhi nilai parameter k:uat geser tanah ( ¢ dan c). Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat kecenderungan atau pola umum yang sama bahwa nilai ( ¢ dan c) terbaik diperoleh pada tanah campuran serat 0,2%.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH CAMPURAN SERAT FIBER PADA TANAH LEMPUNG DESA LAMBAROH ACEH JAYA TERHADAP PARAMETER KUAT GESER DENGAN UJI TRIAKSIAL (Rahmadi, 2024)
PENGARUH PENCAMPURAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP NILAI PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG ULEE GLEE PIDIE JAYA (AGUS MAHDI, 2024)
PENGARUH CAMPURAN SERAT FIBER PADA TANAH LEMPUNG DESA LAMBAROH ACEH JAYA TERHADAP NLLAI CBR (Machfud, 2024)
PENGARUH PENCAMPURAN TANAH DAN BUBUK GYPSUM TERHADAP PARAMETER KUAT GESER DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TRIAKSIAL (TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG MONTASIK) (Novria Dhevira Mitha, 2024)
STUDI PARAMETER KUAT GESER MENGGUNAKAN ALAT TRIAKSIAL PADA PENAMBAHAN ABU JERAMI DENGAN TANAH DESA COT SEUNONG KECAMATAN MONTASIK (Melur Hafiza Rinola, 2024)