<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122691">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN BEBERAPA  JENIS PUPUK HIJAU UNTUK  PERBAIKAN SIFAT KIMIA  TANAH  DAN PERTUMBUHAN JAGUNG PADA  ULTISOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurseptisan Faralmiko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>NURSEPTISAN   FARALMIKO.   Penggunaan   Beberapa  Jenis   Pupuk  Hijau untuk Perbaikan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Jagung Pada Ultisol (di bawah bimbingan Nazir Akhmad sebagai ketua dan Fikrinda sebagai anggota)&#13;
          Ultisol  merupakan lahan  yang  potensial  untuk dikembangkan sebagai laban  pertanian, akan tetapi  kurang produkrif apabila ditinjau dari segi kesuburan tanah.  Di Indonesia tanah ini  luasnya  di perkirakan 48 juta  ha,  yang tersebar di  Sumatera,  Kalimantan, Sulawesi  dan Irian Jaya.  Ultisol  secara umun  memiliki sifat  fisik  dan kimia tanah yang buruk,   seperti penneabilitas  lambat  sampai sedang,  peka  terhadap erosi,  kandungan bahan organik rendah, kandungan Al tinggi, unsur hara rendah terutama N, P, K, Ca, dan Mg serta memiliki pH yang rendah. Rendahnya unsur hara  dan reaksi tanah yang masam merupakan pennasalahan  pada  Ultisol  yang  perlu  dicari solusinya  untuk meningkatkan  produktivitas tanaman.  Pengadaan pupuk  hijau  yang berkualitas  tinggi dengan teknologi tepat gun.a dan biaya murah  &#13;
          Berdasarkan permasalahan tersebut penulis ingin  meneliti pengaruh penggunaan beberapa jenis  pupuk hijau  untuk perbaikan berbagai sifat kimia tanah dan pertumbuhan taoaman jagung pada Ultisol.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh penggunaan beberapa jenis dan dosis pupuk hijau untuk perbaikan beberapa sifat kimia tanah dan pertumbuhan jagung pada Ultisol.&#13;
          Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Kelompok (RAK)  dengan pola faktorial yang terdiri atas tiga jenis  pupuk hijau yaitu Gamal (B1), Orok-orok (B2),  dan  Lamtoro (B3)  dengan empat taraf perlakuan yaitu  0 ton/ha (To),   10 &#13;
          Pemberian jenis  pupuk  hijau  berpengaruh  sangat  nyata  terhadap  sifat-sifat kimia tanah  Ultisol dan pertumbuhan  jagung yang diamati, seperti pH (15, 30 dan 45 HSI), Al-dd (15,  30 dan 45 HSI), N-total (15, 30 dan 45 HSI), P-tersedia (15, 30  dan 45 HSI), C-organik  (15, 30 dan 45 HSI),  tinggi tanaman  (15,  30 dan 45 HST),  serta berat kering tanaman bagian atas  dan berat  kering akar tanaman jagung (45  HST).  Pupuk hijau jenis  lamtoro  (B,)  menunjukkan hasil  terbaik  dibandingkan jenis pupuk hijau lainnya. &#13;
          Perlakuan dosis pupuk  hijau  berpengaruh sangat  nyata terhadap sifat-sifat kimia tanah Ultisol dan pertumbuhan jagung yang diamati, seperti pH (15, 30 dan 45  HSI), AI-dd (15, 30 dan 45 HSI),  N-total (45 HSI), P-tersedia  (45 HSI),  C- organik (15,  30 dan 45  HSI), serta berat kering tanaman bagian  atas dan  berat kering akar tanaman jagung (45 HST).  Sedangkan terhadap  N-total ( I5 dan 30 HSI), P-tersedia (15  dan 30 HSI), serta tinggi tanaman (15,  30 dan 45 HST)  menunjukkan  pengaruh yang  nyata.  Dosis 30  ton/ha  (T)    pupuk hijau jenis lamtoro menunjukkan hasil terbaik  d.ibandingkan dosis lainnya. &#13;
          Terdapat interaksi yang sangat nyata akibat pemberian jenis dan dosis pupuk bijau  terhadap sifat-sifat  kimia tanah   Ultisol  dan pertumbuhan jagung  yang diamati, seperti pH  (15,  30 dan 45 HSI), Al-dd (15,  30 dan 45 HSI), N-total (15 dan 30 HSI),  P-tersedi a  (15,  30 dan 45  HSI),   C-organik  (15, 30 dan 45  HSI), tinggi tanaman (15,  30 dan 45 HST),  serta berat kering tanaman bagian atas dan berat kering akar tanaman jagung (45 HST), sedangkan kadar N-total tanah (45 HSI) &#13;
dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan jenis dan dosis pupuk hijau.   Hasil percobaan   dari    beberapa   sifat    kimia   Ultisol    dan   pertumbuhan  jagung menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijau jenis lamtoro dengan dosis 30 ton/h a (B3 T3) berpengaruh lebih  baik dari pada pemberian pupuk hijau jenis gamal dan orok-orok  pada dosis lainnya.&#13;
          Pemberian    pupuk  hijau   jenis   lamtoro    pada   dosis   20   ton/ha   dapat direkomendasikan  guna meningkatkan hasil tanaman jagung pada Ultisol.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122691</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-03 15:17:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-03 15:17:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>