PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN KASCING UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM (FUSARIUM OXYSPORUM F.SP LYCOPERSICI) PADA TANAMAN TOMAT (LYCOPERSFICUM ESCULENTUMUM MILL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN KASCING UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM (FUSARIUM OXYSPORUM F.SP LYCOPERSICI) PADA TANAMAN TOMAT (LYCOPERSFICUM ESCULENTUMUM MILL)


Pengarang

Arisandi Pratama - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505103010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Arisandi Pmama. 0505103010001. "Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Kascing untuk Pengendalian Penyakit Iayu Fusarium (Fasarium oxysporum f.sp lycopersici Pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill)" dibawah bimbingan Susanna selakti ketua dan Tjut Chamzurni selaku anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan frekuensi pemberian kascing untuk mengendalikan penyakit layu fusarum pada tanaman tomat.
Penelitian ini dilaksanakan di Iaboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan serta Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unsyiah, berlangsung pada bulan November 2009 sampai Maret 2010.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari faktor pertama yaitu dosis : Dl = l00 dan D2 = 200 g tanaman-I. Faktor kedua yaitu frekuensi pemberian : F I = satu kali dan F2 = dua kali aplikasi.
Jadi terdapat empat perlakuan dengan lima kali ulangan. Peubah yang diamati adalah : masa inkubasi penyakit, persentase tanaman layu, panjang xylem diskolorasi, dan bobot buah tomat. Seluruh data pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 persen.
Hasil penelitian menunjukhan bahwa dasis dan frekuensi pemberian kascing mempengaruhi masa inkubasi penyakit, persentase tanaman layu panjang xylem diskolorasi dan bobot buah. Dosis dan frekuensi pemberian terbaik dalam penelitian hi adalah 200 g tanaman-1 dengan dua kali aplikasi yang menyebabkan nasa inkubasi 19,35 hari, panjang xylem diskolorasi hanya terbentuk pada akar (0.59 cm) dan bobot buah 873,43 g serta dapat menekan persentase jumlah tanaman layu sekitar 90 dan 85%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK