HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA RUMAH SAKIT DAN KLINIK ONKOLOGI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA RUMAH SAKIT DAN KLINIK ONKOLOGI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

EVA FITRIYANINGSIH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200120022

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.994 49

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kanker payudara adalah keganasan pada sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara, bisa berasal dari komponen kelenjarnya (epitel saluran maupun lobulusnya) maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan lemak, pembuluh darah, dan persyarafan jaringan payudara (Rasjidi, 2010). Menurut Sutandyo (2010) faktor faktor penyebab kejadian kanker terbagi dua yaitu faktor internal termasuk adalah genetik (5-10%) dan faktor eksternal sebanyak 90-95% yaitu faktor lingkungan termasuk didalamnya adalah pola makan (30-35%), merokok (25-30%) dan konsumsi alkohol (4-6%). Pola makan berkaitan erat dengan resiko kejadian kanker. Pola makan meliputi pola makan baik dan pola makan tidak baik sebagai berikut :1) pola makan yang baik yaitu pola makan yang bersumber dari sayuran, buah, ikan, ayam, susu rendah lemak dan sumber serat penuh; 2) pola makan yang tidak baik adalah makanan dengan sumber seperti daging merah, makanan atau daging yang diolah, gula fermentasi, kentang, makanan manis dan makanan yang tinggi lemak dan juga kebiasaan minum alkohol dan sejenisnya (Ruiz dan Hernandez, 2013).
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian kanker payudara pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin, Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Ibu dan Anak dan Klinik Onkologi Ayu Ningsih di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain case control dengan mengumpulkan data pola makan dari 45 penderita kanker payudara dan 45 orang sebagai kontrol dengan keserasian umur. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik responden meliputi nama, tempat tinggal, umur, status menikah, pendidikan, pekerjaan, riwayat penyakit kanker payudara yang sama, aktifitas fisik, stadium penyakit dan pola makan. Pola makan yang ditanyakan adalah pola makan sumber hewani segar, sumber hewani yang diawetkan, cara mengolah, sumber lemak dan minyak, sumber sayuran dan buah-buahan dengan menggunakan metode food frequency questioner (FFQ). Skala frekuensi yang digunakan adalah tidak pernah, jarang (1-3 kali/bulan), sering (1-4 kali/minggu) dan sangat sering (1-6 kali/minggu).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita kanker payudara berdomisili di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, sebagian besar
menikah dan menyelesaikan Sekolah Menengah Atas. Penderita kanker payudara juga sebagian besar tidak bekerja (Ibu Rumah Tangga) berusia dibawah lima puluh tahun, tidak mempunyai riwayat penyakit yang sama dalam keluarga dan juga tidak melakukan aktifitas fisik rutin. Stadium penyakit penderita kanker payudara berada pada stadium awal dan lanjut. Pola makan sumber hewani segar yang sangat sering dikonsumsi adalah telur ayam dan ikan segar, sumber hewani yang diawetkan berupa keumamah dan ikan asin, cara mengolah sebagian besar dengan menggoreng dan menggunakan sumber minyak dan santan.
Sumber sayuran yang sangat sering dikonsumsi adalah bayam serta sumber buah-buahan yang sangat sering dikonsumsi adalah mangga dan durian. Pola makan sumber hewani yang diawetkan berhubungan dengan kejadian kanker payudara dengan odds ratio (OR) 5,86 [95% confidence interval (CI) = 1,49-21,65] dengan nilai p = 0.013 (p0.05). Diharapkan adanya penyuluhan dan promosi kesehatan masyarakat berkaitan dengan konsumsi sumber hewani yang diawetkan sebagai salah satu pertimbangan sumber penyakit.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK