PERILAKU OPORTUNISTIK LEGISLATIF DALAM PENGANGGARAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERILAKU OPORTUNISTIK LEGISLATIF DALAM PENGANGGARAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Irfansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0201103020069

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

658.154

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perilaku oportunistik legeslatif sudah menjadi topik penelitian dalam akuntansi bidang publik. Kajian terhadap perilaku oportunistik anggota legeslatif dianggap penting karena anggota legeslatif memegang peranan penting dalam penganggaran keuangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku oportunistik legeslatif dalan
penganggaran daerah.
Dalam penelitian ini, perilaku oportunisik legeslatif dilihat dari persepsi kapala dinas, bagian. sub dinas sebagai satuan keria pemerintahan daerah (SKPD). Sampel penelitian sebanyak 138 orang Kepala/Sekretariat, Bagian, Sub Dinas, serta Bidang pada semua Dinas dan Badan dalam Pemerintahan Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan peralatan statistik regresi limier sederhana.
Hasil penelitian menemukan bahwa anggota Legeslatif memiliki perilaku oportunistik dalam penganggaran daerah di Kota Banda Aceh. Disatu sisi anggota legeslatif Kota Banda Aceh cenderung memperkecil anggaran pendidikan dan anggaran kesehatan. Sementara disisi lain mereka menaikkan anggaran DPRK, yang pada dasarnya adalah untuk membiayai kegiatan operasionai anggota legeslatif. Dengan demikian jelaslah
bahwa terdapat perilaku oportunistik dikalangan anggota legeslatif Kota Banda Aceh. Partisipasi penganggaran berpengaruh positif terhadap perilaku oportunistik anggota legeslatif di Kota Banda Aceh, ditunjukkan oleh persamaan regresi Y = 0,517 + 0,921X. Hubungan antara perilaku oportunistik dengan partisipasi penganggaran tergolong sangat erat, dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,828. Selanjutnya sebesar 68,8 persen perilaku oportunistik dipengaruhi oleh partisipasi penganggaran. Hasil pengujian statistik menunjukkan nilai t hitung sebesar 14,794, lebih besar bila dibandingkan dengan nildi t tabel pada tingkat keyakinan 95 persen menunjukkan angka sebesar I,984. Dengan demikian bermakna bahwa anggota legeslatif berperilaku korup dalam penganggaran, sehingga hipotesis Ho diterima, dan sebaliknya hipotesis Ha ditolak.
Kesimpulan yang dapat dianbil dari penelitian ini adalah anggota legeslatif berperilaku oportunistik dalam penganggaran daerah di Kota Banda Aceh. Perilaku oportunistik tersebut dipengaruhj oleh partisipasi mereka dalan penganggaran. Karena itu sebaiknya anggota legeslatif meningkatkan rasa seusitivitas mereka dalam penyusunan
anggaran yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK