<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122667">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN YURIDIS PIDANA MATI PADA DELIK TERTINGGAL DALAM KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haiqal Al Kautsar Rachmadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 &#13;
Haiqal Al Kautsar&#13;
Rachmadi,&#13;
&#13;
(2024) &#13;
TINJAUAN YURIDIS PIDANA MATI PADA DELIK&#13;
TERTINGGAL DALAM KASUS TINDAK PIDANA&#13;
NARKOTIKA&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(v, 63) pp., bibl.&#13;
(Mukhlis, S.H., M.Hum.) &#13;
 &#13;
Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika yang &#13;
pada ayat (2) terdapat penjatuhan hukuman mati yang memungkinkan terdakwa&#13;
dijatuhi hukuman mati jika narkotika golongan I beratnya sudah melebihi 1 (satu)&#13;
kilogram. Penjatuhan hukuman pada delik tertinggal masih terjadi penjatuhan&#13;
hukuman yang sama pada putusan yang berbeda akibat diadili secara terpisah.&#13;
Sehingga ada orang dipidana mati lebih dari 1 (satu) kali sehingga tidak ada&#13;
kepastian hukum. &#13;
 &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan pada kasus &#13;
perbarengan perbuatan dilakukan secara terpisah terhadap penyelesaian dan&#13;
penjatuhan pidana mati pada delik tertinggal yang terjadi pada kasus tindak pidana&#13;
narkotika. Serta pengaturan pidana mati dalam hukum pidana, pengaturan delik&#13;
tertinggal dalam surat tuntutan penuntut umum, dan penyelesaian atau upaya dari&#13;
aparat penegak hukum. &#13;
 &#13;
Penelitian ini merupakan penelitian jenis yuridis normatif. Data dalam &#13;
penelitian ini menggunakan bahan hukum primer yang didapatkan dari UndangUndang,&#13;
&#13;
Peraturan, dan Putusan Pengadilan. Bahan hukum sekunder yang&#13;
didapatkan dari penelitian kepustakaan yaitu dengan mempelajari buku teks, tesis,&#13;
skripsi, dan jurnal. Serta bahan hukum tersier yaitu wawancara kepada para&#13;
Narasumber.  &#13;
 Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pengaturan pidana mati dalam&#13;
hukum pidana pada pemberian pidana mati terdapat pada peraturan perundangundangan&#13;
&#13;
Indonesia, memiliki ancaman atau sanksi dalam bentuk pidana yang&#13;
tercantum dalam beberapa Undang-Undang. Peraturan delik tertinggal dalam surat&#13;
tuntutan penuntut umum terhadap tindak pidana narkotika ialah regulasi atau&#13;
standar operasional peraturan dari Jaksa Agung terhadap delik tertinggal dalam&#13;
surat tuntutan penuntut umum. Penyelesaian permasalahan atau upaya yang&#13;
diberikan aparat penegak hukum yaitu memiliki persepsi antara penegak hukum,&#13;
agar aparatur penegak hukum memiliki sistem peradilan operasional, agar&#13;
paradigma penanganan narkotika mengedepankan concursus atau perbarengan, dan&#13;
pemberian pidana nihil.&#13;
 Disarankan kepada aparat penegak hukum dalam penerapan perbarengan&#13;
perbuatan pidana (concursus) dapat dilakukan secara konsisten sehingga pelaku&#13;
memperoleh keadilan yang seadil-adilnya, kedepannya dalam penerapan Pasal 65&#13;
KUHP perlu kebijakan dari penegak hukum pidana dalam membuat peraturan&#13;
bersama dan bentuk peraturan pelaksanaan yang tegas sehingga tidak terjadi&#13;
multitafsir, dan membuat atau melakukan bimbingan teknis terhadap penyelesaian&#13;
delik tertinggal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL OFFENSES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NARCOTICS ABUSE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DEATH PENALTY - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345.077 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122667</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-30 15:40:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:14:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>