<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122648">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI  KERUSAKAN  DAN KERUGLAN AKIBATRNRNBANJIR PADA BANGUNAN PERUMAHANRNRNDI KOTA  LHOKSUKON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wirdatul Ahya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dampak  yang  clitimbuJkan  akibat  adanya  banjir  antara  Jain  terganggunya  aktivitas masyarakat,   rusaknya   infras truktur   perkotaan   seperti   perumahan,  jaringan  jalan, drainase  dan  irigasi.  Hal  ini menimbulkan   kerugian  baik  bagi pemerintah   maupun masyarak.at    yang    terkena     dampak.    meluapnya     air    sungai     sehingga     perlu diperhitungkan       bcsaran      kerugian      yang     ditimbulkan      guna     mendapatkan penanggulangan  yang  efektif.  Selama  ini  kerugian  yang diperhitungkan  hanya pada kerugian   harta   benda   yang   dialam.i   masyarakat.   Padahal   terjadinya   banjir  juga menyebabkan    kerusakan    fisik   terhadap    konstruksi    bangunan    perumahan    dan menimbulkan   biaya  tambahan   yang  harus  dikeluarkan   untuk   mengganti   fasilitas rumah   yang  rusak   akibat  banjir.   Penelitian   ini  bertujuan   untuk  mengidentifikasi tempat-tempat   pengalihan  banjir (capacity factor),  hazard factor  (potensi  bahaya), vulnerability (kerentanan),  bentuk-bentuk  kerusakan  dan menghitung  besarnya  biaya kerugian   untuk   perbaikan   komponen   bangunan   yang  rusak   akibat  banjir.   Ruang lingkup  penelitian   dibatasi  berdasarkan  kejadian  banjir  terbesar  yang  terakhir   kali terjadi  di wilayah Kampung  Baru Kota Lhoksukon  yaitu tahun 2007. Pada penelitian ini   pengukur an   kerugian   dilakukan   berdasarkan   kerusakan   bangunan   perurnahan akibat  banjir.  Biaya  kerugian  dihitung  berdasarkan  komponen  bangunan  yang  rusak tanpa   menganalisis    langkah   perbaikan   yang   paling   optimal.   Metode   penelitian dilakukan  melalui   survei   lapangan   dengan  pembagian   kuesioner  dan  wawancara. Hasil  penelitian   menunjukkan   bahwa  banjir  tahun  2007  menyebabkan   kerusakan pada  komponen   dinding  yaitu  penutup  dinding  (cat),  dinding  triplek  dan  dinding&#13;
kayu.  Pada komponen   penutup  lantai  kerusakan  terjadi  baik itu  pada keramik,  tegel&#13;
maupun  semen.  Total  biaya  kerugian  yang  dialami  oleh  masyarakat  akibat  banjir genangan  tahun 2007 adalah sebesar Rp  1.035.445.650.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLOODS - ENGINEERING CONTROL</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122648</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-29 12:12:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-29 12:13:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>