PERILAKU KERUNTUHAN KOLOM BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN TULANGAN SENGKANG EKSTRA DIAMOND YANG DIBEBANI TEKAN AKSIAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERILAKU KERUNTUHAN KOLOM BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN TULANGAN SENGKANG EKSTRA DIAMOND YANG DIBEBANI TEKAN AKSIAL


Pengarang

Ari Mulya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

693.54

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kolom merupakan komponen utama struktur bangunan yang berupa batang tekan vertikal dan berdeformasi dalam arah lateral. Kolom menempati posisi yang sangat penting pada suatu kerangka bangunan dalarn perannya sebagai penyangga beban dari komponen-komponen struktur lain di atasnya. Kegagalan pada kolom akan menyebabkan bangunan gagal total (severe damage) dikarenakan runtuhnya komponen-komponen struktur yang terdapat di atas kolom tersebut Oleh karena itu prinsip kolom kuat balok lemah (strong column weak beam) sangat penting diterapkan dalam sebuah perencanaan struktur bangunan, dengan harapan apabila terjadi kerusakan pada bangunan tersebut, kegagalan awal yang terjadi adalah kegagalan balok dengan kondisi kolom masih marnpu menahan beban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan tulangan sengkang ekstra diamond terhadap kapasitas aksial kolom yang dibebani tekan aksial. Benda uji kolom dibedakan menjadi 2 (dua) jenis tulangan sengkang yaitu, kolom tanpa penambahan tulangan sengkang ekstra (So) dan kolom dengan penambahan 1 (satu) tulangan sengkang ekstra berbentuk diamond (S,), dengan mutu beton (fc) sebesar
24,6 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban tekan aksial hingga
kolom hancur. Beban diberikan dengan hydraulic jack yang disalurkan melalui load cell dan dihubungkan dengan Portable Data Logger untuk pembacaan beban pada benda uji. Benda uji kolom beton bertulang juga dipasang strain gauge untuk merekam regangan beton dan baja. Pemasangan strain gauge pada benda uji kolom beton bertulang, baik untuk beton maupun baja tuJangan, dipasang pada pertengahan kolom. Penambahan tulangan sengkang ekstra menyebabkan kapasitas tekan aksial kolom beton bertulang meningkat, hal ini dapat dilihat dari nilai kapasitas tekan aksial untuk masing-masing benda uji kolom So dan S1 pada saat beban maksimum yaitu sebesar 388,574 kN dan 404,172 kN. Besarnya defleksi vertikal pada beban
maksimum untuk benda uji kolom So adalah 5,620 mm, sedangkan untuk: benda uji kolom S adalah 3,885 mm. Pola retak benda uji kolom secara keseluruhan membentuk pola retak tekan, dimana retak awal muncul pada bagian atas kolom dan terus menyebar ke bagian tengah kolom searah dengan beban yang diberikan atau sejajar tulangan longitudinal. Retak awal untuk kedua benda uji muncul pada saat beban aksial yang diberikan mencapai 324,319 kN dan 353,749 kN masing-masing untuk benda uji So dan S1.








Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK