PENGGUNAAN MINYAK ATSIRI DAUN WANGI (MALALEUCA BRACTEATA) PADA PERANGKAP BUATAN SEBAGAI PEMIKATRNHAMA LALAT BUAH JENIS BACTROACERA DORSALIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN MINYAK ATSIRI DAUN WANGI (MALALEUCA BRACTEATA) PADA PERANGKAP BUATAN SEBAGAI PEMIKATRNHAMA LALAT BUAH JENIS BACTROACERA DORSALIS


Pengarang

Yuli Purnama - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305106010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dari berbagai jenis hama serangga lalat buah, jenis lalat buah Bactroacera dorsalis adalah jenis yang paling banyak menimbulkan kerugian, baik kerugian yang diakibatkan secara kuatitatif maupun kerugian secara kualitatif. Lalat buah
ini hidup bersimbiosis mutualisme dengan suatu bakteri. sehingga apabila lalat meletakkan telur pada buah maka akan selalu disertai bakteri dan mungkin disusul jamur yang pada akhirnya mengakibatkan buah busuk.
Peneiitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja pelengkap lalat buah serta pemanfaatan minyak atsiri dari daun wangi (Malaleuca bracteata) sebagai pemikat (sex feromone) terhadap lalat buah jenis Bactrocera dorsalis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun wangi (Malaleuca bracteata) adalah salah satu dari sekian banyak tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsin hasil destilasi dan minyak atsiri tersebut daun digunakan sebagai atraktan untuk menghmbat populasi hama lalat buah. Kapasitas kerja ketel destilasi yang didapat saat penelitian adalah 0,72 kg/ jar, 0,67 kg/ jam dan 0,64 kg/ jam. Nilai kapasitas kerja ketel destijasi yang didapat berbeda-beda untuk tiap perjakuan hal ini disebabkan karena waktu yang digunakan juga berbeda-beda. Waktu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses destilasi.
Rendemen yang dihasilkan setelah destilasi untuk tiap-tiap perulangan juga berbeda-beda yaitu: 15%, 18% dan 20%. Perbedaan itu disebabkan karena perbedaan waktu dan perbedaan suhu yang terbentuk di dalam ketel serta tingkat
ketiraan bahan yang berupa daun wangi (Malaleuca bracteata) yang tidak seragam.
Jenis pelangkap buatan yang di dalamnya terdapat minyak atsiri ternyata pengunaannya lebih efektif
jika di bandingkan dengan perangkap sederhana yang di dalamnya terdapat minyak atsiri hal itu dapat dilihat dari jumlah lalat yang tertangkap pada perangkap buatan (38 ekor) lebih banyak jika dibandingkan dengin jumlah lalat yang terperangkap pada peranfgkap sederhana (22 ekor) .
Hal itu disebabkan karena minyak atsiri yang diteteskan pada air yang terdapat pada perangkap sederhana yang didalamnya terdapat minyak atsiri baunya menjadi kurang menyengat karena jumlah minyak yang dicampurkan pada air jauh lebih kecil dibandinglran depgan jumlah air yang terdapat dalam wadah sehingga bau yang dikeluarkan kurang menyebar. Sedangkan minyak yang diteteskan pada kapas yang terdapat pada perangkap buatan yang didalamnya terdapat minyak atsiri, baunya lebin menyengat karena bau yang disebabkan oleh kapas lebih menyebar dan lebih tahan lama .

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK