Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN LIMBAH BUAH UNTUK PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN VARIASL WARNA KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN
Pengarang
Farida - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505105010039
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.875
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kompos yang salah satu penyusunnya menggunakan EM4 disebut sebagai bokasi. Kata bokasi berasal dari bahasa Jepang `bokashi' yang artinya bahan-bahan organik yang sudah diuraikan atau difermentasikan (Redaksi Agro Media, 2007). Penggunaan EM4 dalam proses pembuatan bokasi memang menguntungkan tetapi jika ditinjau dari segi biaya relatif mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif yang lebih efektif untuk menggantikan EM4. Salah satunya adalah dengan pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) yang memanfaatkan limbah hasil pertanian. MOL berfungsi sama dengan EM4 dalam proses pembuntan bokasi.
Penggunaan MOL sebagai biokomposer dalan pembuatan bokasi dapat membantu proses fermentasi menjadi lebih cepat. Biasanya, waktu yang dibutuhkan untuk proses fermetasi dalam pembuatan pupuk organik tanpa penambahan starter berkisar 2-3 bulan. Dengan penambahan MOL proses fermentasi tersebut dapat dipercepat menjadi ± 10 hari.
Teknik pembuatan MOL antara lain diteliti oleh Purwanti (2009). Namun, hingga kini belum ada penelitian sejauh mana MOL dapat disimpan dan masih efektif untuk pembuntan bokasi. 0leh karena itu, dalam penelitian ini diteliti pengaruh warna kemasan dan lama penyimpanan terhadap mutu MOL. Kemasan yang digunakan pada penelitian ini adalah kemasan plastik dengan variasi warna transparan dan berwarna gelap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan warna kemasan dan lama penyinpanan yang terbaik untuk menghasilhan MOL dari limbah buah-buahan dengan mutu yang baik dan mempelajari perubahan mutu MOL tersebut selama penyimpanan.
Rancangan penelitian yang digunakan merupakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) atau Sp/i+ P/or yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak-Petak Utama adalah jenis kemasan (K) yang terdiri dari 2 taraf yaitu Ki =
kemasan plastik transparan dan K2 = kemasan plastik berwarna gelap. Anak Petak adalah lama penyimpanan (L) yang terdiri dari 7 taraf yaitu Li = 0 minggu, L2 = I minggu, L3 = 2 minggi] L4 = 3 minggu, L5 = 4 minggu, L6 = 5 minggu dan L7 = 6
minggu. Kombinasi dari perlakuan adalch 2 x 7 dengan menggunakan 2 kali ulangan (U) sehingga diperoleh 28 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan terhadap MOL yang dihasilkan meliputi Total Cell Count (TCC), jumlah bakteri, jumlah jamur, nilai pH, dan uji organoleptik berupa uji hedonik terhadap warna dan aroma.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi warna kemasan yang digunakan pada MOL memberikan pengaruh nyata (P S 0,05) terhadap nilai organoleptik warna, dan berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap Total Cell Count (TCC), jumlah bakteri, jumlah jamur, nilai pH, dan nilai organoleptik aroma MOL yang dihasilkan. MOL yang disimpan dalam kemasan transparan menghasilkan warna yang lebih menarik dibandingkan dengan MOL yang disimpan dalam kemasan gelap. Lama penyimpanan MOL berpengaruh sangat nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENANGANAN BUAH DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL) (Rahmayati, 2024)
ANALISIS MUTU MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS PISANG DAN LAMA PENYIMPANAN (Marlina, 2021)
PENGARUH KEMASAN DAN LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) (Dela Putri Ana, 2023)
PENGARUH PENGUPASAN DAN LIMBAH BERBAGAI VARIETAS BUAH PISANG (MUSA PARADISIACA L.) TERHADAP KUALITAS MOL (MIKROORGANISME LOKAL) (Fitri Marfiranita, 2013)
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM BENZOAT DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU SIRUP AIR KELAPA (COCUS NUCIFERA) (Cut Aida Agustina, 2024)