RESPON BEBERAPA JFNIS PUPUK DAN MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAHRN(CAPSICUM ANNUMM L.) DI LAMPUUK KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RESPON BEBERAPA JFNIS PUPUK DAN MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAHRN(CAPSICUM ANNUMM L.) DI LAMPUUK KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Zaizuli - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205101010068

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Zaizuli. Respon Beberapa Jenis Pupuk dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) di Lampuuk Kabupaten Aceh Besar. Di bawah bimhingan Hj. Hasinah HAR. sebagal pembimbing utama dan
Marai Rahmawati sebagai pembimbing anggota).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk dan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah di Lampuuk Kab. Aceh Besar. Disamping itu, juga ingin diketahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabal merah.
Penelitian ihi dilaksanakan di Kebun Masyarakat Desa Meunasah Mesjid Kemukiman Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, yang berlangsung sejak tanggal I Februari sampai dengan 24 Juni 2007.
Benih cabai merah yang digunakan adalah varietas TM-999. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran sapi), NPK PHONSKA, Urea, SP-36, dan KCL. Mulsa yang digunakan adalah Mulsa Plastik Hjtam Perak (MPHP), jerami dan sekam padi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial 3 x 3 dengrn 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu jenis pupuk dan mulsa. Jenis pupuk terdiri dari 3 taraf yaitu pupuk kandang 20 ton ha-I, pupuk NPK
PHONSKA 600 kg ha-I dan campuran pupuk Urea 200 kg ha-i, SP36 150 kg ha-i, KCL 150 kg ha-I. Sedangkan jenis mulsa terdiri dari 3 taraf yaitu mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami dan mulsa sekam padi.
Peubah pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman diameter pangkal batang masing-masing pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam (HST), jumlah buah pertanaman dan berat buah per tanaman masing-masing diamati pada saat panen pada umur 113 hari setelah tanam sebanyak 6 kali panen dengan interval waktu 3 hari, lalu dijumlahkan untuk setiap tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati, kecuali pada diameter pangkal batang umur 40 HST yang nyata terbesar pada perlaklian campuran pupuk urea, SP36 dan KCL (3,57 mm) dan perlakuan pupuk NPK PHONSKA (3,56 mm). Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah yang cenderung lebih baik dijumpai pada jenis pupuk kandang.
Perlakuan jenis mulsa tidak berpengaruh nyata terhadap peubah tinggi tanaman umur 20, 40 dan 60 HST. diameter pangkal batang umur 20 dan 60 HST. Perlakuan mulsa sekam padi dan MPHP nyata menghasilkan diameter pangkal batang terkecil pada umur 40 HST. Perlakuan mulsa sekam padi memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman yang terbanyak (200,85 buah) dan berat buah per tanaman yang terberat (380,33 gram). Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah yang cenderung lebih baik dijumpai pada jenis mulsa sekam padi.
Tidak terdapat interaksi yang nyata antara jenis pupuk dan jenis mulsa terhadap semua peubah yang diamati. Berarti faktor jenis pupuk tidak berhubungan atau tidak tergantung dengan faktor jenis mulsa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK