<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122620">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN LIMBAH DAUN DALAM PEMBUATAN KOMPOS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M Afdhal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Limbah  daun  di  berbagai  tempat  selama  ini  terbuang  percuma  tanpa adanya penanganan lebih lanjut. Limbah ini dirasakan mengganggu kenyamanan lingkungan  hidup  dan  lebih jauh  merupakan  beban  yang  menghabiskan  dana relatif besar untuk menanganinya. Sebagian masyarakat ada yang menanganinya dengan  cara membakar,  sehingga  menimbulkan  asap  atau  polusi  udara  yang mencemari  lingkungan  dan  dapat  mengganggu  kesehatan.  Dengan   mengolah limbah organik menjadi kompos atau bokasi akan memberikan nilai tambah bagi sampah.  Kompos memiliki nilai  ekonomi dan tidak berbau, serta dapat menyuburkan   tanah  dan  tanaman.  Pengolahan  limbah   daun  menjadi   kompos diharapkan akan membantu  menyelamatkan lingkungan.&#13;
          Penelitian ini  menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RP1) atau Split Plot   yang  terdiri   dari  Petak  Utama  dan  Anak  Petak.   Petak  Utama  adalah Konsentrasi Limbah  Daun (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu D,  = 0%, D = 10%, D, =20%, dan D, = 30%. Anak Petak adalah Lama Fermentasi  (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu L;  = 0 Minggu, L = 2 Minggu, Lj = 4 Minggu, Lu = 6 Minggu. Analisis yang dilakukan terhadap kompos yang dihasilkan meliputi :   total mikroorganisme atau Total Cell Count (TCC), temperatur, pH, kadar air,  unsur C, unsur N, dan CIN rasio, uji OrganoJeptik (bau, warna, tekstur),  dan uji tanaman, Lama fermentasi  (L) berpengaruh  sangat nyata (P s  0,0 I) terhadap total mikroorganisme  (TCC),  temperatur,  pH, kadar air,    rasio CN,  tinggi tanaman, warna  dan  tekstur.  Berpengaruh nyata terhadap unsur C,  unsur  N,  dan aroma. Konsentrasi   limbah  daun  (D)  dan  interaksinya  dengan  lama   fermentasi   (DL) bengaruh  tidak  nyata  (p&gt;   0,05) terhadap  nilai  pH.   Semakin  lama  fermentasi temperatur,   nilai   pH, tinggi  tanaman,  aroma,  warna,  dan  tekstur   mengalami kenaikan, sebaliknya pada total  mikroorganisme kadar air,  uosur C, unsur N, dan rasio C/N menurun.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOST</topic>
 </subject>
 <classification>631.875</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122620</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-25 16:11:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-29 14:37:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>