<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122619">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA DEBIT DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN MANNING DI SALURAN PRIMER  DAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI  KRUENG ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitriah Ibrahim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Negara  berkembang  terutama  di  daerah-daerah   terpencil,   alat  pencatat aliran  air  sangat   terbatas   dan  kalau  tersedia,   seringkali   dalam   kondisi   kurang memadai.  Namun  demikian, terlepas  dari  segala  kekurangan  yang  ada,  prakiraan besarnya  aliran  air,  betapapun   kasarnya,  sangat  diperlukan  untuk  mengevaluasi keadaan   DAS  atau  merancang   bangunan   pengairan,   terutama   dalam  kaitannya dengan  pengendalian  banjir.  Di  daerah-daerah  terpencil  seperti  pedesaan,  karena keterbatasan   alat  ukur  debit,   besarnya   debit  biasanya   ditentukan  secara   tidak  langsung (indirect measurement). Cara yang paling sering digunakan  untuk memprakirakan besarnya  debit  dalam  kasus   ini adalah  melalui  pendekatan  slope- area   method   adalah    persamaan    Manning.   Untuk    itu   penelitian    mengenai  pengukuran   besarnya   debit  perlu  dilakukan   pada  saluran  primer  dan  sekunder, untuk lokasi dipilih yang sesuai  dengan syarat-syarat pengukuran  debit dengan menggunakan   alat   ukur   current   meter   yaitu   dalam    (tidak    dangkal)    yang kedalamannya   lebih   dari   0.2   m,   aliran   laminar,   aliran   tanpa   back   water. penampang   memanjang  saluran  lurus.&#13;
          Tujuan  dari  penelitian   ini  adalah  untuk  mengetahui  perbandingan   debit antara   persamaan  Manning  dengan  alat  ukur current  meter  pada  saluran  primer dan  sekunder   Daerah  lrigasi  Krueng  Aceh.  Sehingga  dapat  menunjang langkah-langkah  peningkatan  efesiensi  penyaluran  air irigasi  di  masa yang akan datang. Penelitian   ini   menggunakan   alat   ukur   current   meter   tipe   propeller. Pengukuran  kecepatan  menggunakan   metode  tiga titik yaitu  0.2 H, 0,6 H dan 0,8 1-1.    Selain    itu    perhitungan     kecepatan    menggunakan    persamaan     Manning. Pengukuran  dilakukan  empat   perlakuan    panjang  yaitu  dengan  panjang  saluran 250 m. 500 m, 750       dan  1000  m.&#13;
          Saluran   primer  dan  sekunder   bentuk  penampang   salurannya   trapesium. Nilain     0,015 jadi n-nya termasuk dalam  tipe saluran  beton yang dipoles  sedikit, lurus  dan  seragam,   bagian  dasar  sedikit  menyempit.   Nilai  n  dan  I     sama  setiap panjang   saluran   primer   dan  sekunder.  n  adalah   koefisien  kekasaran   Manning merupakan   fungsi  dari  bahan  dinding  saluran.  Nilai  b  atau  lebar  dasar  saluran irigasi  tetap  sedangkan    &amp;   atau  lebar  permukaan   saluran   irigasi  berubah-ubah. Kecepatan  aliran  rata-rata diperoleh  dengan  cara  mengukur  kecepatan  aliran pada tiga titik dari   tiga vertikal  pada suatu penampang  melintang  dengan  menggunakan alat  ukur arus.  Kecepatan  aliran  setiap  titik   dihitung berdasarkan  jumlah putaran baling-baling selama  periode waktu tertentu.  Pengukuran  kecepatan  pada  saluran  primer  dilakukan   dari  jembatan  karena  saluran   yang  diukur   dalam  dan  lebar. Sedangkan pada saluran sekunder  dilakukan dengan cara merawas. Pengukuran dilakukan  dengan  dua kali pengulangan.&#13;
          Pada  persamaan  Manning  dan  alat  ukur  current  meter,  semakin  panjang saluran  irigasi  semakin  kecil  nilai  debit  yang dihasilkan  pada  saluran  irigasi.  Hal ini   dikarenakan   akibat   kedalaman   air semakin   dangkal   dengan   semakin panjangnya saluran irigasi sehingga semakin berkurangnya gesekan air pada saluran irigasi  dengan dinding saluran irigasi.  Besar kecilnya nilai  debit tidak hanya dipengaruhi oleh gesckan air dengan dinding saluran  irigasi dan luasan  saja tetapi juga dipengaruhi oleh gangguan  aliran air pada saluran irigasi akibat tumbuhan, kayu, atau benda  lainnya yang hanyut, dan terserap sebagian air oleh dinding saluran irigasi,  serta terevaporasinya   oleh sinar  matahari.   Pengukuran dengan menggunakan  alat ukur current  meter luasan  2 saluran irigasi  (A)  lebih luas dibandingkan dengan  luasan  I   (A) dan luasan 3 (A)) saluran irigasi. Gesekan air lebih banyak terjadi pada A;  dan A saluran irigasi dibandingkan  dengan A2.&#13;
          Pada saluran primer persentase nilai selisih debit terbesar  adalah 3,2 %, dimana  nilai debit dari  alat ukur current meter dan Manning adalah 8,428 m'/det dan 8,460 m'/det, sedangkan nilai  selisih debit terkecil  adalah 0,5 %, dimana nilai debit dari  alat ukur current meter dan Manning adalah  5,883 m'/det dan 8,460 m/det.  Pada saluran  sekunder persentase  nilai  selisih debit terbesar  adalah 15,3 %,  dimana nilai  debit dari alat ukur  current meter dan Manning adalah 0,923 m/det  dan  1,076  m/det,  sedangkan nilai selisih debit terkecil  adalah  0,1  %, dimana nilai  debit dari  alat ukur current meter dan  Manning adalah 1,805  m/det dan  1,804 m'/det.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122619</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-25 16:04:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-25 16:04:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>