Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RETENSI LAHAN SAWAH DAN NON SAWAH DALAM PENURUNAN ALIRAN PERMUKAAN (STUDI KASUS SUB DAS KRUENG ACEH HILIR)
Pengarang
Murniati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0405106010057
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.7
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tipe penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap daya retensi tanah, perubahan tipe penggunaan lahan, misalnya dari hutan atau sawah menjadi kawasan pemukirnan a.tau penggunaan lainnya, akan mempengaruhi daya retensi tanah secara keseluruhan. Alih fungsi ini akan mengurangi fungsi lahan sawah sebagai reservoir sementara air aliran permukaan karena lahan sawah juga berfungsi untuk: a) menampung dan mendistribusikan air aliran permukaan, b) mengurangi laju aliran permukaan dan erosi. Permasalahan yang sering terjadi adalah tidak meratanya distribusi curah hujan periode pendek, sehingga pada suatu ketika seperti di musim hujan terjadi kelebihan air bahkan dapat mengakibatkan bencana banjir. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kuantifikasi daya retensi air pada suatu DAS perlu dilakukan agar kontribusinya terhadap daya retensi air hujan-aliran permukaan dapat diperkirakan. Penelitian ini di laksanakan di Sub DAS Krueng Aceh Hilir.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya retensi air DAS berdasarkan tipe penggunaan lahan yakni sawah (sawah irigasi dan sawah tadah hujan) dan non sawah (kebun campur, hutan, pemukiman, semak belukar, dan semak rumput) di Sub DAS Krueng Aceh Hilir. Prediksi daya retensi air pada lahan sawah dan non sawah di
dasarkan kepada daya absorbsi tanah terhadap aliran permukaan, kapasitas tanah menampung air (kapasitas genangan) dan kapsitas intersepsi tajuk tanaman.
Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya retensi potensial lahan sawah adalah 0.31 m, sedangkan retensi potensial Jahan non sawah adalah 0.1 J m. Dari estimasi ini daya retensi potensial hutan adalah 0.046 m atau 6,845.375 m' pada luas lahan 148.812.500 m, daya retensi potensial kebun campur adalah 0.036 m atau 29.563,2 m' pada luas lahan 821.200 m', daya retensi potensial pemukiman 0.010 m atau 588.006 m' pada luas lahan 58.800.600 m', daya retensi potensial semak belukar adalah 0.030 m atau 819.561 m' pada luas lahan 27.318.700 m', daya retensi potensial semak rumput 0.014 m atau 1.398.887 m pada luas 99.920.500 m', daya retensi potensial sawah irigasi adalah 0.29 atau 35.090.986 m' pada luas lahan 121.003.400 m, daya retensi potensial sawah tadah hujan adalah 0.33 atau 264.798,6 m' pada luas lahan 8.024.200 m'.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI PERUBAHAN TATA GUNA LABAN TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGA! KRUENG MEUREUBO (REZKI KURNIANZA, 2024)
STUDI PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG TAMIANG (ZULHAN YASIR, 2024)
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN SAWAH DAN PEMANFAATAN LAHAN BERDASARKAN TATA RUANG DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (chairi akmal, 2016)
KEBERADAAN DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN LAHAN BAKU SAWAH DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI (Faisal, 2025)
KONVERSI LAHAN SAWAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKSI PADI DAN POLA KERJA PELAKU KONVERSI DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (cut ardelina miranda, 2014)