<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122611">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN LIMBAH BUAH DALAM PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN VARIASI JENIS  GULA         DAN PENAMBAHAN AIR KELAPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Risky Achmalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah  satu  bentuk  pupuk  organik  yang  banyak  digunakan  adalah  bokasi. Pupuk okasi   dibuat  dengan   memfermentasikan   bahan-bahan   organik  seperti  dedak,  ampas kelapa  dan tepung ikan  dengan  EM, (Effective Microorganism).  EM-4 merupakan  kultur ampuran   dari    mikroorganisme   yang   menguntungkan    bagi    pertumbuhan    tanaman. penggunaan   EM4 dalam  pembuatan  bokasi  memang  sangat  menguntungkan   tetapi jika d itinjau dari segi biaya, penggunaan  EM4 membutuhkan  biaya yang relatif mahat. Untuk engatasi  masalah tersebut,  petani  mencari  alternatif lain  dengan  memanfaatkan  limbah hasil pertanian untuk bahan  pembuatan MOL (Mikroorganisme  Lokal)&#13;
          MOL adalah  kumpulan  mikroorganisme yang  berperan  dalam   kesuburan  tanah, cbagai pengganti EM4 yang merupakan suatu inokulum yang  mengandung 90% bakteri fermentasi dari  genus Lactobacillus,  bakteri fotosintesis,  dan  Actinomycetes.&#13;
          MOL    dapat  dibuat  dengan  memanfaatkan   limbah  hasil  pertanian,  seperti  air ucian  beras  dan  air  kelapa  sebagai  suply   nutrisi  bagi  pertumbuhan   mikroorganisme alam  MOL.   Dengan   penggunaan   MOL  diharapkan   harga  pupuk  bokasi   akan  lebih urah  sehingga  terjangkau  oleh masyarakat&#13;
          Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh jenis  gula dan  penambahan ir kelapa  terhadap mutu MOL   yang dihasilkan.  Variabel  yang digunakan  adalah variasi nis  gula  yang   terdiri   dari   dua  taraf  yaitu  Gl   (gula  pasir)   dan  G2  (gula  merah). omposisi  air kelapa dan air cucian beras  terdiri  dari  lima  taraf yaitu AI (0)  .I).  A2(1/4: 9).  3(1/2.1/2),  A4 03/4:  1/4), dan A5 (1:  0). Kombinasi  dari  perlakuan  adalah 2 x 5 engan   menggunakan  kali  ulangan  (U)   sehingga  diperoleh   30   satuan   percobaan. nalisis yang dilakukan  meliputi  total  jumlah mikroba (bakteri  dan jamur),  nilai  pH, dan ti organo'eptik  berupa uji  hedonik  terhadap  warna dan aroma. &#13;
          Hasil  analisis  sidik  ragam  menunjukkan  bahwa jenis  gula  (G)  yang  digunakan pada  pembuatan  MOL  tidak  berpengaruh  nyata  (P   &gt;   0,05)  terhadap  jumlah   bakteri, jumlah jamur,  nilai pl,  dan nilai  organoleptik  warna dan aroma.  Namnun,  komposisi  kelapa  an  air cucian  beras (A)  berpengaruh  nyata (P  &lt; 0,05)  terhadap jumlah  bakteri,&#13;
jumlah    jamur,  nilai  pl, dan  nilai  organoleptik  aroma.  Interaksi  antara jenis  gula dan komposisi  air  kelapa  dan  air  cucian  beras  (GA)  tidak  berpengaruh   nyata  (P  &gt;  0,05) terhadap jumlah  bakteri, jumlah jamur,  nilai  pll, dan nilai  organoleptik  warna dan aroma. &#13;
          Dilihat dari segi kimia dan mikrobiologi perlakuan  A, merupakan  perlakuan  yang terbaik dalam  penelitian  ini,  dimana perlakuan  A memiliki jumlah  bakteri yang banyak, jumlah jamur  yang sedikit, dan tingkat keasaman yang rendah  (pH).  Namun berdasarkan uji organoleptik  terhadap  aroma  perlakuan  A  merupakan  perlakuan  yang  lebih disukai oleh  panelis. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOST - FRUITE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MOL (MIKRO ORGANISME)</topic>
 </subject>
 <classification>631.875</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-25 13:53:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-25 14:29:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>