<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122601">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRASI CAIRAN PERASAN AKAR TUBA (DERRIS ELLIPTICA BENTH) TERHADAP MORTALITAS KEONG MAS (POMACEA CANALICULATA LAM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Munarsi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Munarsi.  9851311328,  Pengaruh  Konsentrasi  Cairan  Perasan  Akar  Tuba  (Derris elliptica   Benth)  Terhadap  Mortalitas  Keong  Mas  (Pomacea cunalicunata  Lam).  Di bawah bimbingan Alfian Rusdy sebagai ketua dan Husni sebagai anggota.&#13;
          Kajian  tentang  pengaruh  konsentrasi  cairan  perasan  akar  tuba  (D.elliptica Benth)  terhadap  Mortatitas  Keong  Mas  (P. cunalicunata  Lam),  telah  dilakukan  di Laboratorium  Hama  Tumbuhan  Fakultas  Pertanian  Universitas  Syiah   Kuala,  sejak bulan  Maret  hingga  September  2006.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui perigaruh konsentrasi  cairan perasan akar tuba pada berbagai konsentrasi yang efektif dan efisien terhadap mortalitas keong mas. &#13;
          Penelitian  disusun  dalam  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  dengan   lima perlakuan yaitu konsentrasi  pertama (0,1%).  konsentrasi  kedua (0,2%),  konsentrasi ketiga (0,3%), konsentrasi keempat (0,4%) dan konsentrasi kelima (0,5%). Data hasil pengamatan  setiap  peubah  dianalisis  dengan  analisis  ragan  dengan  uji  Berbeda Nyata  Terkecil   (BNT)   pada   taraf  0,05.   Peubah   yang  diamati   adalah   persentase mortalitas, waktu kematian dan laju konsumsi keong mas.&#13;
          Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  aplikasi  molusisida  cairan  akar  tuba memberikan pengaruh terhadap  perkembangan  mortalitas,  waktu kematian dan  laju konsumsi  keong  mas.    Penggunaan  cairan  perasan  akar  tuba   sangat  efektif untuk mengendalikan keong mas.  Persentase mortalitas keong mas terlinggi di jumpai  pada konsentrasi  0,5% yang mampu menyebabkan  kematian  100%.  Pada perlakuan 0,3% dan 0,4% tingkat mortalitas keong mas 5 JSA  (Jam Setelah Aplikasi) masing-masing 82%  dan  92%.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  dengan  konsentrasi  0,3%  telah   cukur efektif untuk mengendalikan keong mas di  laboralorium.  Kecepatan waktu kematian keong  mas  tercepat  teriadi   pada perlakuan  0,5% selama 3 jam  23  menit sertra lebih mampu menekan laju konsumsi sebesar 0,10 gram,</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SNAILS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMAL PETS</topic>
 </subject>
 <classification>632.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122601</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 15:11:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 15:52:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>