KAJLAN EFEKTLVLTAS EKSTRAK BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHOGANI JAICQ) DALAM MENGENDALLKAN HAMA PLUTELLA XYLOSTELLA RNPADA TANAMAN SAWI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJLAN EFEKTLVLTAS EKSTRAK BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHOGANI JAICQ) DALAM MENGENDALLKAN HAMA PLUTELLA XYLOSTELLA RNPADA TANAMAN SAWI


Pengarang

Maria Hevivanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051311756

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Maria Heviyanti. 0051311756. Kajian Efektifitas Ekstrak Biji Mahoni (Switenia mahagani) dalam Mengendalikan Hama Plutella xylastella pada Tanaman Sawi. Dibawah bimbingan Husni sebagai ketua dan Alfian Rusdy sebagai anggota.
Kajian tentang potensi ekstrak biji mahoni untuk mengendalikan bara p. xylostella telah dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala sejak bulan september 2004 sampai Desember 2004. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biji mahoni terhadap perkembangan dan mortalitas hama P. xylosetella di pertanaman sawi.
Metode penelitian terdiri dari penelitian pendahuluan di laboratorium dan penelitian lanjutan di lapangan. Pengujian di laboratorium merupakan penguji pendahuluan ekstrak biji mahoni terhadap kematian larva P. xylostella. Kisaran konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0,00; 0.25; 0,50; 0.75; dan I,00 ml/l00 ml larutan, atau setara dengan 0,00: 0.25; 0`50; 0`75; dan I,00 persen. Setiap perlakuan konsentrasi diulang sebanyak tiga kali. Kriteria pengamatan adalah menghitung jumlah larva uji yang mati dari setiap konsentrasi ekstrak dan kontrol. Pengamatan terhadap mortalitas larva dilakukan 1 ` 2, 3` dan 4 HSA dengan mencatat jumlah larva uji yang mati pada setiap unit perlakuan atau salah satu dari konsentrasi ekstrak telah menunjukkan kematian larva l00 persen.
Pengujian di lapangan dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan ekstrak biji mahoni terhadap perkembangan dan mortalitas hama P. xylostella. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap dengan enam kisaran konsentrasi ekstrak dan kontrol, setiap perlakuan diulang sebanyal empat kali.
Kisaran konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 0,00; 0.13; 0,26; 0,39; 0,52; 0,65 dan 0`78 m!/l00 ml larutan. Kisaran konsentrasi yang digunakan ditentukan secara geometri berdasarkan konsentrasi ekstrak yang menunjukkan data
kematian larva uji tertinggi darn hasil pengujian, pendahuluan. peubah yang diamati adalah mortalitas larva, rata-rata waktu kematian larva, stadia pupa, persentase pupa yang terbentuk, dan persentase imago yang muncul. Apabila hasil pengujian menunjukkan perbedaan, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada Taraf 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak biji mahoni memberikan pengaruh terhadap mortalitas larva, rata-rata waktu kematian larva, stadia pupa, persentase pupa yang terbentuk, dan persentase imago P. xylostella yang muncul. Secara umum semua aktivitas yang diberikan cenderung meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak biji mahoni. Pengaruh kematian tertinggi (80,00 persen), dan persentase imago yang muncul (20,00 persen) paling rendah ditunjukkan pada aplikasi konsentrasi 0,78 ml/100 ml larutan. Pada konsentrasi rendah 0,13 ml/100 ml larutan, ekstrak biji mahoni sudah bersifat racun dengan tingkat kematian larva rendah yaitu 20,00 persen terlihat juga bahwa larva yang bertahan hidup mengalami kegagalan membentuk pupa dan imago.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK