EFISIENSI EKONOMIS PENGGUNAAN TEPUNG IKAN LEUBIEM (CANTHIDERMIS MACULATDY), TEPUNG IKAN LIMBAH PASAR IKAN DAN TEPUNG IKAN KOMERSIL DALAM RANSUM AYAM BROILER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFISIENSI EKONOMIS PENGGUNAAN TEPUNG IKAN LEUBIEM (CANTHIDERMIS MACULATDY), TEPUNG IKAN LIMBAH PASAR IKAN DAN TEPUNG IKAN KOMERSIL DALAM RANSUM AYAM BROILER


Pengarang

Teuku Iskandar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851411450

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Suatu penelitian tentang " Efisiensi Ekonomis Penggunaan Tepung lkan Leubi.em (Canthidermis maculaata), Tepung lkan Limbah Pasar lkan dan Tepung lkan Komersil dalam Ransum Ayam Broiler" dilakukan di kebun percobaan Jurusan Perternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, dari tanggal 20 Agustus sampai dengan 17 September 2003. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomis dari penggunaan ketiga jenis tepung ikan tersebut jika diberikan dalam ransum ayam broiler serta pada level berapa tepung ikan tersebut layak untuk digunakan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 180 ekor DOC (Day Old Chicks) broiler. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Tiap ulangan merupakan unit percobaan terdiri dari lima ekor ayam. Faktor pertama adalah jenis tepung ikan (T), terdiri dari tepung ikan komersil (T1), tepung ikan /eub/.em (T2), dan tepung ikan limbah pasar ikan (T3). Faktor kedua level penggunaan tepung ikan (L), terdiri dari 1% (L1), 5 % (L2), 9% (L3), dan 13% (L4). Parameter yang diamati meliputi biaya produkasi yang terdiri dari biaya pembelian DOC, ransum, penyusutan kandang dan alat-alat produksi, tenaga kerja, listrik dan obat-obatan. Untuk manganalisa usaha digunakan perhitungan Break Even Point (BEP) dan perhitungan B/C ratio, Hasil analisa data menunjukkan bahwa pendapatan tertinggi yaitu pada pemberian ransum yang menggunakan tepung ikan leubiem pada level penggunaan 13%, kemudian 9% dan 5%. Pada penggunaan tepung ikan limbah pasar ikan hanya pada penggunaan level 9% dan 13% yang menguntungkan, dan pada penggunaan tepung ikan komersial hanya pada level 5% yang menguntungkan. Pemberian ransum yang menggunakan tepung ikan leubiem lebih menguntungkan dibandingkan dengan pemberian ransum dengan menggunakan tepung ikan limbah pasar ikan dan tepung ikan komersil. Nilai B/C ratio yang di dapat pada perlakuan tepung ikan komersil 0,93 ITIL1) ,1,01 ITIL2), 0,90 (TIL3), 0,89 (TIL4), tepung ikan /Cub/.em 0,93 ( T2L1), 1,16 (T2L2), 1,21 (T2L3),1,23 (T2L4), Tepung ikan limbah pasar ikan 0,91 (T3L1), 0,93 IT3L2),1,06 (T3L3),1,02 (T3L4). Dilihat dari nilai B/C ratio maka perlakuan tepung ikan komersil hanya level 5% yang layak untuk diusahakan. ada perlakuan tepung ikan leubiem layak diusahakan kecuali level 1%. Pada perlakuan tepung ikan limbah pasar ikan hanya level 9% dan 13% yang layak diusahakan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung ikan leubiem memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan tepung ikan limbah pasar ikan dan tepung ikan komersil.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK