<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122595">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS BEBAN KERJA FISIK OPERATOR PADA PENGOPERASIAIN TRAKTOR RODA DUA (TIPE YANMAR TF - 150ML)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baron Muliansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Traktor roda dua merupakan salah satu alat mekanisasi pertanian yang telah umum  digunakan.   Saat  ini  sebagian  besar  traktor  roda  dua  dirancang  dan  dibuat berdasarkan   antropometri   negara   asal   produsen   seperti   Amerika,   Jepang,   dan Jerman,  sedangkan  untuk  antropometri  operator  Indonesia  berbeda  dengan  negara asal produsen,  sehingga dalam pengoperasiannya sering menimbulkan permasalahan yang  bermuara pada turunnya produktivititas kerja  mesin  dan  pada  manusia  selaku operator terjadi kelelahan akibat adanya penyesuaian.  Beban kerja fisik yang  terlalu berat  yakni  yang  melebihi  batas  kemampuan  tubuh  manusia  akan  menimbulkan kelelahan yang terakumulasi.&#13;
          Tujuan dari penelitian ini  adalah mengukur besar beban kerja fisik operator pada pengolahan tanah dengan menggunakan traktor roda dua merk yanmar TF 150 ML   dan  dua jenis  implement  yaitu  bajak  singkal  dan  bajak  rotari  di  lahan  sawah yang  dilaksanakan  pada  bulan November 2011  sampai  dengan  April  2012  di  Desa Tantuha, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar. &#13;
          Metodelogi penelitian terdiri dari tiga tahap.  Pertama, penelitian pendahulan. Kedua, pengambilan data di lapangan.  Ketiga, pengolahan data yang terdiri dari data denyut jantung istirahat, denyut jantung step test, denyut jantung kerja  dengan bajak singkal  dan  denyut  jantung  kerja  bajak  rotari  pada  tiga  orang  operator  berjenis kelamin pria. &#13;
          Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  denyut  jantung  rata-rata  operator  A pada    pengolahan    tanah    menggunakan    bajak     singkal     136,55     denyut/menit, pengolahan   tanah   menggunakan   bajak   rotari   131,66   denyut/menit.   Operator 8 pengolahan  tanah   menggunakan  bajak  singkal   123,79  denyut/menit,   pengolahan&#13;
tanah menggunakan bajak rotari  121,61  denyut/menit.  Operator C pengolahan tanah menggunakan     bajalt     singkal     131,69     denyut/menit     dan     pengolahan     tanah menggunakan  bajak  rotari   129,33   denyut/menit.   Kategori    pekerjaan  berdasarkan nilai  IRIR  mengolah  tanah  dengan  bajak  singkal  dan  bajak  rotari  masuk  pada katogori   beban  kerja  berat  untuk  operator  A  dan  C.  Sedangkan  untuk  operator  8 mengolah  tanah  dengan  menggunakan   bajak  singkal  masuk  pada  kategori  beban kelja berat dan mengolah tanah dengan bajak rotari masuk pada kategori  beban kerja sedang.&#13;
          Konsumsi  energi  operator  A  pada  pengolahan  tanah  menggunakan  bajak singkal  sebesar  3.924  Kkal/menit  dan  mengolah  tanah  menggunakan  bajak  rotari 3,483  Kkal/menit.  Operator a mengolah tanah menggunakan bajak singkal  sebesar 2,826  Kkal/menit  dan  mengolah  tanah  menggunakan  bajak  rotari  sebesar  2,788 Kkal/menit.  Operator C  mengolah tanah  menggunakan  bajak  singkal  sebesar 2,849 Kkal/menit    dan    mengolah    tanah    menggunakan    bajak    rotari    sebesar    2,732 Kkal/menit,  kategori beban kerja fisik berdasarkan antropometri ukuran  tubuh orang Indonesia yang diukur berdasarkan konsumsi energi beban kerja operator A, 8, dan C  berada  pada  kategori    sedang.   Hasil   analisa  menunjukkan  bahwa  faktor  yang mempengaruhi beban kerja yaitu umur, berat badan, dan jenis  pekerjaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122595</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 12:45:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 12:45:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>