<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122591">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERLSTIK DAN KLASIFIKASI TANAH DI UNIVERSITY FARM BENER MERIAH DESA TUNYANG INDUK RECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ira Purnama Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IRA  PURNAMA  SARI.  Karakteristik  dan  Klasifikasi  Tanah  di  Lokasi  University Farm Bener Meriah Desa Tunyang Induk Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah (Di bawah bimbingan TETI ARABIA sebagai ketua dan ZAINABUN sebagai anggota).&#13;
          Penelitian ini bertujuan: (1) mengklasifikasikan tanah yang terdapat pada lokasi  University Farm Bener Meriah dari taksa ordo hingga taksa famili berdasarkan Kunci Taksonomi  Tanah  (Soil  Survey  Staff,  1999);  (2)  mengetahui  karakteristik tanah  di lokasi  Unifersity  Farm  Bener  Meriah adalah.  Sebagai  hipotesis  adalah  karakteristik  dan klasifikasi  tanah menunjukkan jenis tanah yang terdapat pada lokasi  University Farm  Stasiun Bener Meriah adalah Andisol.&#13;
          Penelitian ini dilakukan dengan mengamati tiga pedon, diambil berdasarkan: (I) kelerengan; (2) ketinggian tempat; dan  (3) penggunaan lahan. Bahan tanah diambil dari tiap-tiap horison pada semua pedon, serta dianalisis sifat fisika,kimia, dan mineralogi.&#13;
          Warna tanah pada pedon berkisar dari hitam  (7,5YR 2,5/1) sampai Cokelat tua (7,5YR 5/8).  Pedon P2 memiliki kisaran warna dari hitam keabu-abuan (10YR 3/1) sampai Coklat tua kemerahan (10YR 4/6). Pedon P3 memiliki kisaran warna dari hitam (5YR 25/1) sampai coklat (10YR 5/3). Horison permukaan sampai horison bawah pada pedon P1, P2, dan P3 umumnya berstruktur ramah, pada pedon P1, P2, dan P3, lapisan olah  (Ap) berkensistensi lemhab grmbur,  dan pada kondisi basah agak lekat sampai tidak lekat, dan pada lapisan bawah lronsistensinya pada kondisi lembah adalah sangat gembur sampai gembur, pada kondisi basah agak lekat sampai tidak lekat.&#13;
          Tekstur  tanah  pada  semua  horison  pada  setiap  proffl  mempunyai  tekstur lempung bepasir.  Kelas besar butir  menurut kelas tekstur tanah (lempung berpasir) termasuk ke dalam kelas sedang, tetapl karena pada lokasl penerapan  memiliki bahan induk  vulkanik  yang  banyak  mengandung  gelas  vulhanik  dan  alofan,  maka  harus dipakai kelas  pengganti ukuran butir yaituu medial (setara dengan ukuran besar butir sedang).  Berdasarkan kunci klasifikasi  Taksonomi   Tanah  (Soil  Survey  Staff  1999), seluruh satuan lahan pengamatan mempunyai  sifat andik.  Kondisi tersebut dicirikan&#13;
oleh syarat sifat andik yaitu : memiliki kandungan C-organik &lt; 25 persen: tiga horison memiliki bulk density &lt; 0.90 g cm _3 : sedangkan tiga horison lagi memiliki kandungan gelas volkanik &gt;_ 5 persen.  Laju permeabilitas pada pedon-pedon P1, P2, dan P3 tidak berbeda, yaitu berkisar antara sedang (2,0 - &lt; 6,258 cm jam _1) pada pedon P1 dan P3 (4,17 _ 5, 57 cm jam -1) sampai agak cepat (6,25- &lt; 12,5 cm jam -1) pada pedon P3 (6, 52 cm jam -1). sampai agak cepat (6,25 - &lt; 12,5 cm jam -1) pada pedon P1 dan P3 (4,17 - 5,57 cm jam -1) sampai agak cepat (6,25 - &lt; 12,5 cm jam -1) pada pedon P3 (6,52 cm jam -1).  Pada pedon P1 porositas di lapangan atas sebesar 66,41% lebih rendah dari pada di lapisan bawah sebesar 67,08 %.Pada pedon P1 kadar air di lapisan atas sebesar 34,63 % lebih tinggi darpada lapisan pada di lapisan harmh sebsar 67,08 %.  pedon Pl kadar air di lapisan atas sebesar 34.63 % lebih tingri dari pada lapisan di bawahnya sebesar 32,84 %, gama halnya  pada pedon P2 kadar air di lapisan atas lebih tinggi (34,36 %) dibandingkan dengan lapisan bawahnya (3426 %). Sedangkan pada pedon P3 keder air di lapisan atas sebesar 33,92 % lebih rendah dari pada lapisan di bawah sebesar 35£2 %. Stabiltas  agregar tanah pada pedon Pl dan P2 termasuk kedalam kriteria kurang stabil, sedangkan pada pedon P3 termasuk  kedalam kriteria stabil. Stabilitas agregat kurang stabil pada pedon Pl dan P2 yang memiliki kelerengan 10 - 15 person  (berombak sampai bergelombang).Reaksi tanah (pH Naf)  di  daerah penelitian menunjukkan nilal yang berkisar antara   10.88 -11.34. Reaksi tanah (Nap) 2 9.40 merupakan syarat adanya sifat andik pada  tanah  Andisol.  Setiap  pedon  memiliki   pH  Nap  2  9.4,  sehingga  semua  titik pengamatan termasuk ordo Andisol. Reaksi tanah (pH H20) di lokasi University Farm Stasiun Bener Meriah relatif seragam yaitu berkisar antara 5.80 -6.65. Reaksi pH (KCl) tanah di lokasi penelitian berkisar 4.68  - 5.45 lebih rendah dibanding pH (H2 O) pada setiap  horison.  Kandungan  C-organik  di  semua  pedon  dan  horizon  yang   diamati berkisar antara 2.00 - 9.85 %. Nilai basa-basa dapat dipertukarkan di lokasi penelitian adalah kalium 0,15 - 0,38 cmol (+) kg -1 (sangat rendah), natrium 0,15 - 0 87 cmol (+) kg-1 (rendah - tinggi), kalsium 0,60 - 7,20 cmol(+) kg-1 (sangat rendah - tingggi, dan magnesium 0,20 - 2, 88 cmol(+) kg-1 (sangat rendah _ sedang). Nilai asam -asam dapat di tukar di lokasi penelitian adalah hidrogen 0,08 - 0,32 cmol(+) kg_1, sedangkan untuk kation aluminium hasilnya tidak terukur. Nilai H dd relatif rendah disetiap pedon, yaitu 0,08 -0,32 cmol(+) -1 tanah.  Nilai KTK pada tanah Andisol berkisar antara 20.05 - 44.4 cmol(+) kg-1. Variasi nilai KTK mengikuti pola variasi kandungan C-organik. Kejenuhan basa di lokasi penelitian berkisar 8.81 - 38,56 % rendah - sangat tinggi).&#13;
          Pada   umumya   nisbah   MSL/MML   pada   horison   bavah   lebih   tinggi dibandingkan horison atas. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya penambahan bahan bani yang berasal dari abu volkan yang berulang-ulang dan dijumpai di setiap profil dengan asosiasi mineral yang sama atau berbeda. Fenomena ini biasanya dijumpai pada Andisol.  Setiap profil pada umumnya didominasi oleh mineral Alofan dan lmogolit sedangkan Goetit dan Kalsit terdapat hanya di beberapa horison dengan jimlah yang relatif sedikit. Mineral Alofro dan lmogolit merupakan ciri tanah Andisol .&#13;
          Hasil  Klasifihasi  tanah  di  lokasi  University  Farm  Bener  Meriah  menurut Taksonomi Tanah (Soil Survey Staff;  1999) pada pedon Pl  termasuk ke dalam Ordo Asrdisch. Subordo  Udand;  Great  grup  Hapludand;  Sub  grup Type  Haptudand;  dan Famili Typic Hapluddand, medial, bergelas, isohipertermik Sedangkan pada pedon P2 dan P3 termasuk dalam ordo Andisol; Subordo  Udand; Gheat grup Hapludand,. Sub grup    Typic   Hapludand,.    dan   Famili   Typic   Hapludand,  medial,   campuran, isohipertemik.&#13;
&#13;
Kata Kunci : karakteristik, klasifikasi, Andisol.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122591</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 11:54:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 11:54:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>