<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122585">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KITOSAN TERSULFONASI DARI KULIT UDANG VANAME  (LITOPENAEUS VANNAMEI) PERAIRAN ACEH TERHADAP PERTUMBUHAN  CANDIDA ALBICANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GHALDA WAFIYYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Udang vaname (Litopenaeus vannamei), udang putih dan berasal dari perairan Amerika Tengah. Limbah kulit udang mengandung 20-30% senyawa kitin yang dapat diubah menjadi kitosan. Kitosan yang memiliki sifat ramah alam dan tidak berbahaya serta sifat biologis, kimia dan kationik yang baik memungkinkannya digunakan sebagai bahan antijamur karena dapat menghambat pertumbuhan jamur. Kitosan tersulfonasi juga dapat digunakan sebagai antijamur dikarenakan adanya aktivitas antijamur terhadap Athrinium sacchari dan Botrytis cinerea dengan cara merusak struktur hifa jamur. Candida albicans adalah mikroorganisme dalam mulut, saluran pencernaan, sistem genital perempuan, juga kulit manusia. Ketika terjadi gangguan atau kondisi tertentu, C. albicans dapat menjadi penyebab kandiasis yang merupakan jenis infeksi jamur yang paling umum terjadi dan dikarenakan infeksi yang bersifat oportunistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kitosan tersulfonasi dari kulit udang vaname perairan Aceh yang terhadap pertumbuhan C. albicans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris menggunakan post-test only control group design dengan perlakuan kitosan tersulfonasi konsentrasi 1,38%, 2,77%, 5,55%, dan 7%, nistatin suspensi oral 100.000 IU/ml sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif dengan empat kali pengulangan. Hasil uji FTIR menunjukkan kitosan telah berhasil tersulfonasi dan diperoleh hasil derajat deasetilasi sebesar 59%.  Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapatnya perbedaan yang bermakna dari hasil pengukuran diameter zona hambat kitosan tersulfonasi terhadap pertumbuhan C. albicans pada keenam kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kitosan tersulfonasi dari kulit udang Vaname (L. vannamei) perairan Aceh yang digunakan berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan C. albicans.&#13;
Kata kunci: Kitosan, Kitosan Tersulfonasi, Udang Vaname, Daya Hambat, Antijamur, Candida albicans.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122585</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 10:20:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 10:30:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>