PENGARUH ASAL BAHAN STEK DAN KONSENTRASI AUKSIN TERHADAP PEMBIBITAN STEK BASAL DAUN TANAMAN NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH ASAL BAHAN STEK DAN KONSENTRASI AUKSIN TERHADAP PEMBIBITAN STEK BASAL DAUN TANAMAN NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR)


Pengarang

Nurfadhillah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705101010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nurfadhillah. Pengaruh Asal Bahan Stek dan Konsentrasi Auksin Terhadap Pembibitan Stek Basal Daun Tanaman Nanas (Ananas comosus L.Merr), dibawah bimbingan Halimursyadah sebagai pembimbing utama dan Hasanuddin sebagai pembimbing anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal bahan stek mana yang terbaik dan konsentrasi auksin yang tepat serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pembibitan stek basal daun tanaman nanas.
Penelitian ini dilaksanakan di Stasiun Penelitian Organik Fann dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, yang dimulai pada tanggal 16 Maret sampai 22 Juni 2011.
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Ada dua faktor yang diteliti yaitu faktor asal bahan stek terdiri dari tunas akar, tunas batang, tunas mahkota dan fak:tor konsentrasi auksin terdiri dari O ppm, 0,25 ppm, 0,50 ppm, dan 0,75 ppm.
Parameter yang diamati meliputi persentase stek hidup, persentase stek berakar, persentase stek bertunas umur 2 dan 6 MST, panjang akar umur 2, 6, dan 14 MST, tinggi tunas 2, 4, 6, 8, 10, 12, dan 14 MST, lebar daun, jumlah daun umur 8, 10, 12, dan 14 MST, dan jumlah akar umur 14 MST.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal bahan stek berpengaruh sangat nyata terhadap persentase stek hidup, persentase stek berakar umur 2 dan 6 MST, persentase stek bertunas umur 6 MST, panjang akar umur 2, 6, dan 14 MST, tinggi tunas umu 2, +, 6, 6, 10, 12, dan 14 MST, lebar daun, jumlah daun umur 8, 10, 12, dan l 4 MST, dan jumlah akar umur 14 MST dan berpengaruh nyata terhadap persentase stek bertunas umur 2 MST. Bibit yang berasal dari tunas a.kar memberikan hasil yang terbaik.
Konsentrasi auksin berpengaruh sangat nyata terhadap persentase stek hidup, persentase stek berakar, panjang akar umur 6 MST, tinggi tunas umur 2, 4, 12, dan 14 MST, dan lebar daun umur 10, 12, dan 14 MST, berpengaruh nyata terhadap persentase stek bertunas umur 6 MST, tinggi tunas urnur 6 dan 10 MST, lebar daun umur 8 MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap persentase stek hidup, persentase stek berakar, persentase stek bertunas umur 2 MST, panjang akar umur 2 dan 14 MST, tinggi tunas umur 8 MST, jumlah daun umur 8, 10, 12, dan 14 MST, dan jumlah akar umur 14 MST. Hasil yang baik dijumpai pada konsentrasi auksin 0,50 ppm dan 0,75 ppm.
Terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan asa1 bahan stek dan konsentrasi auksin terhadap persentase stek bertunas umur 6 MST, tinggi tunas umur 2 dan 12 MST, lebar daun umur 8, 10, 12, dan 14 MST, berpengaruh nyata terhadap persentase stek hidup, persentase stek berakar umur 6 MST, tinggi tunas umur 6, l 0, dan 14 MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap persentase stek hidup, persentase stek berakar, persentase stek bertunas umur 2 MST, panjang akar umur 2, 6, dan 14 MST, tinggi tunas umur 4 dan 8 MST, jumlah daun umur 8, 10, 12, dan 14 MST, dan jumlah akar 14 MST. Kombinasi yang cenderung lebih baik dijumpai pada tunas akar dengan konsentrasi 0,50 ppm.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK