PENGARUH PENGGUNAAN JENIS KEMASAN PADA BUAH SALAK BERTANDAN DAN PIPILAN TERHADAP MUTU BUAH SALAK SUMATERA (SALACCA SUMATRANA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN JENIS KEMASAN PADA BUAH SALAK BERTANDAN DAN PIPILAN TERHADAP MUTU BUAH SALAK SUMATERA (SALACCA SUMATRANA)


Pengarang

Dewi Susanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205106010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Buah salak (Salacca edulis) temasuk salah satu jenis buah-buahan tropis yang merupakan komoditas yang mudah rusak bila tidak ditangani secara hati-hati mulai dari saat panen sampai buah tersebut siap dipasarkan. Untuk menghindari kerusakan tersebut dapat diupayakan dengan cara penanganan pasca panen dan pengemasan yang dapat memperpanjang masa simpan buah. Pengemasan buah salak pipilan dan bertandan dengan menggunakan karton, peti kayu ataupun besek diharapkan dapat memperpanjang masa simpan buah.
Tujuan penelitian ihi adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kemasan kotak karton, besek, dan peti kayu terhadap mutu buah salak bertandan dan pipilan. Penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus 2007 di laboratorium Penanganan Pascapanen, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kunla.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2x3 dengan 2 ulangan, Faktor pertama yaitu jenis kemasan (K) yang diamati pada 3 taraf yaitu kemasan kotak karton (K1 ), besek (K2), dan peti kayu (K3). Faktor kedua yaitu buah salak (S) yang di uji pada 2taraf yaitu buah salak bertandan (S) dan pipilan (S2) ,parameter yang dianalisis meliputi susut bobot (%), kekerasan (kg/cm2), vitamin C (mg/100gr) dan uji organoleptik, masing-masing diamati pada penyimpanan hari ke-3, 6, 9,12 dan 15.
Hasil penelitian menunjukkan bchwa perlakuan terbaik yang mampu menghambat laju kehilangan susut bobot, kekerasan, vitamin C dan perubahan tekstur pada buah salak terdapat pada perlakuan K2Sl yaitu buah salak bertandan dengan menggunakan kemasan besek. Faktor buah yang bertandan dan pipilan (S) berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap susut bobot pada setiap hari penyimpanan. Pada hari ke-3 penyimpanan perlakuan kemasan (K) berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kekerasan buah, sedangkan pada hari penyimpanan lainnya semua perlakuan tidak berpengaruh nyata (P0,01 ) dan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap vitamin C, serta interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata (P0,01) terhadap susut bobot, sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata (P0,01) terhadap kandungan vitamin C, sedangkan perlakuan buah bertandan dan pipilan (S) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap vitamin C.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK