<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122498">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PERKEBUNANAN KELAPA SAWIT POLA TERPADU DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bobby Suriadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>BOBBY SURIADI. &quot;Analisis Kelayakan Pengembangan Kawasan Agribisnis Perkebunan Kelapa sawit Pola Terpadu di Kabupaten Aceh Barat Daya&quot;. ( di bawah   bimbingan   Darusman,   Sebagai   Pembinbing   Utama   dan   Syakur,&#13;
Sebagai Pembimbing Anggota).&#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendapatkan  karakteristik  lahan  dan ekonomi dalam rangka mengoptimalkan  pemanfaatan sumberdaya lahan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di kawasan agribisnis kabupaten Aceh  barat  daya  dan  mengkaji  kelayakan  usaha,  baik  kelayakan  fisik  maupun ekonomi,  untuk  pengembangan  kawasan   agribisnis  perkebunan  kelapa  sawit pola  terpadu  di  kabupaten  Aceh  barat  daya  serta  memberikan  rekomendasi untuk  kebijaksanaan  pengembangan  kawasan  agribisnis  di  kabupaten  Aceh barat daya.&#13;
Penelitian  ini  dilaksanakan  di  Kecamatan  Babahrot  Kabupaten  Aceh Barat   Daya   Provinsi   NAD.    Analisis   tanah    dilakukan   di    Laboratorium Penelitian   Tanah   Fakultas   Pertanian,   sedangkan   pemetaan   dilakukan   di Laboratorium   Penginderaan  Jauh  dan   Kartografi   Universitas   Syiah   Kuala Darussalam Banda Aceh yang berlangsung pada bulan Agustus sampai bulan November 2005.&#13;
Metode penelitian  yang digunakan adalah  metode survai  langsung ke lapangan dengan menggunakan sistem sistematis  dimana titik pengamatan dan pengarnbilan  sampel   tanah  dilakukan  dengan  membuat  jalur-jalur  berdasarkan panduan  peta  keria  yang  disesuaikan  dengan  kondisi  lapangan dan luas areal penelitian.  Sedangkan data ekonomi  didapat dari data primer dan  data  sekunder,  dimana  data  primer  diperoleh  dari  wawancara  dengan kelompok  masyarakat  di  lokasi  penelitian dan data sekunder diperoleh  dari laporan instansi terkait serta literatur laimya yang  terkait dengan kepentingan penelitian, dimana luas areal penelitian I.700 Hektar. Berdasarkan  hasil  pengamatan  lapangan   dan  analisis  beberapa  sifat fisika  tanah  di  laboratorium  terdapat  beberapa  sifat  fisika  yang  dianggap kurang  mendukung pertumbuhan tananan. antara lain bobot isi yang rendah, draenase jelek, dan adanya ancaman pengaruh jelek  ini dari sifat gambut yang dikeringkan.  &#13;
Berdasarkan tingkat kesuburan tanah menunjukkan bahwa semua SPL mempunyai harkat kesuburan tanah yang rendah.  Rendahnya kesuburan tanah ini secara umum disebabkan oleh P-tersedia dan kejenuhan basa yang sangat rendah. Berdasarkan  hasil  analisis  kesesuaian  lahan  secara akltual dan potensial,  maka  secara  fisik  wilayah  calon  areal   Pengembangan  Kawasan Agribisnis Perkebunan Kelapa Sawit Pola Terpadu di  Kabupaten Aceh Barat Daya yang layak  untuk dikembangkan untuk perkebunan kelapa sawit adalah seluas  596  ha  (35,02  %).    Sedangkan  seluas  1104 ha (64,98   %) tidak  layak dikembangkan    untuk    pengembangan    kelapa    sawit,    tetapi    wilayah    dikembangkan sebagai   kawasan kouservasi  karena sudah tergolong kedalam kelas Nl dan N2. Berdasarkan   perhitungan   analisis   kelayakan    finausial   menujukkan bahwa hasil analisis finansial perkebunan kelapa sawit perhektar pada lahan gambut (rawa) selama  25 tahun diperoleh nilai NVP pada DF 16 % sebesar Rp. 1.074.908,-; NBCR sebesar  I,09;  IRR sebesar  17,04 % dan BEP pnda  DF  17 % terjadi antara umur tanaman  tahun ke 17 dan 18. Hal ini berarti perkebunan kelapa sawit pada lahan gambut  (rawa) di lokasi penelitian mempunyai resiko yang tinggi meskipun masih layak diusahakan, karena NVP &gt; 0, NBCR &gt; 1 . Pemasaran  hasil  kelapa  sawit  rakyat  masih  belum  ada  keterjaminan pasar dan  harga,  karena  selama  ini  belum  ada &#13;
tersebut,   oleh   karena   itu   perlu   mempertimbangkan   untuk   membentuk hubungan  kerjasama  kemitraan  yang  simetris  antara  petani kelompok  petani dengan pihak perkebunan besar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122498</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-19 10:50:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-19 10:50:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>