<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122444">
 <titleInfo>
  <title>WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JASA JAHIT PAKAIAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nasyata Mawaddah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 1313 KUHPerdata mengatur pengertian perjanjian sebagai dasar dari hubungan hukum. Perjanjian ini&#13;
menciptakan perikatan yang memberikan hak dan kewajiban bagi semua pihak yang terlibat. Namun dalam praktiknya terjadi wanprestasi, di mana pihak yang berjanji tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian, sebagaimana yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian jasa jahit pakaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk wanprestasi yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian jasa jahit pakaian, faktor penyebab terjadinya wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian jasa jahit pakaian dan upaya penyelesaian sengketa wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian jasa jahit pakaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan, bahwa bentuk wanprestasi yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian jasa jahit pakaian adalah ketidaksesuaian pesanan pakaian dengan yang telah disepakati dan keterlambatan dari waktu yang telah disepakati. Faktor penyebab terjadinya wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian jasa jahit pakaian, pertama yaitu faktor dari pihak pelaku usaha jasa penjahit yakni, menerima pesanan diluar kapasitasnya, sumber daya manusia yang terbatas dan kedua yaitu faktor dari pihak pengguna jasa/konsumen yakni, konsumen tidak informatif, konsumen menggunakan pihak ketiga, serta konsumen yang belum memiliki keputusan pasti terhadap desain yang diinginkan serta tidak mengetahui SOP usaha jasa jahit pakaian. Upaya penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian jasa jahit pakaian yang dilakukan oleh pelaku usaha jasa penjahit dengan pengguna jasa adalah melalui peringatan dan musyawarah atau mufakat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONTRACTS</topic>
 </subject>
 <classification>346.02</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122444</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-16 19:48:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-17 10:11:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>