<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122436">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA KUCING DOMESTIK (FELIS DOMESTICUS) PENDERITA EAR MITES DI KECAMATAN KUTA RAJA, BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irfan Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Otitis eksterna merupakan peradangan yang terjadi pada saluran eksternal telinga atau di&#13;
luar membran timpanika. Penyebab infeksi sekunder terjadinya otitis salah satunya adalah bakteri. &#13;
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi sekunder &#13;
pada kasus ear mites dan dapat bersifat zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan &#13;
mengidentifikasi Staphylococcus aureus sebagai penyebab infeksi sekunder pada kucing ear mites&#13;
di Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh. Sampel yang digunakan berasal dari 12 ekor kucing &#13;
domestik yang menderita ear mites. Hasil swab telinga kucing dimasukkan ke dalam Nutrient &#13;
Broth (NB) dan diinkubasikan pada suhu 37°C selama 24 jam, selanjutnya ditanam pada media &#13;
Mannitol Salt Agar (MSA) menggunakan osse steril dengan teknik quadrant streak dan &#13;
diinkubasikan selama 48 jam. Morfologi koloni yang tumbuh terpisah diamati bentuk, ukuran,&#13;
pigmentasi, permukaan, pinggiran dan elevasi, selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram dan uji &#13;
katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua belas sampel yang diperiksa positif dapat &#13;
diisolasi Staphylococcus aureus. Disimpulkan bahwa Staphylococcus aureus sebagai salah satu &#13;
penyebab infeksi sekunder dapat diisolasi dan diidentifikasi pada kucing penderita ear mites.&#13;
Kata Kunci: Kucing domestik, ear mites, Staphylococcus aureus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMAL DISEASES - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122436</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-16 15:05:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-17 10:25:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>