<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122426">
 <titleInfo>
  <title>PENILAIAN SIFAT ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA LAM) TERHADAP TOKSISITAS DAN PERUBAHAN RANTAI KOKUS STREPTOCOCCUS MUTANS DARI ISOLAT PLAK ANAK DENGAN SEVERE EARLY CHILDHOOD CARIES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTAN AL ULYA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Severe Early Childhood Caries (S-ECC) merupakan tingkatan karies yang lebih parah dibandingkan ECC yang terjadi pada anak usia 3-5 tahun dengan melibatkan lebih dari satu gigi. S-ECC disebabkan oleh ketidakseimbangan kolonisasi oral microbiome dengan Streptococcus mutans sebagai patogen utamanya. Panjang rantai Streptococcus mutans menandakan tingkat invasi yang dipengaruhi oleh mutasi genetik atau kondisi lingkungan dan kimia yang mengontrol komponen seluler. Ekstrak daun Bidara (Ziziphus mauritiana Lam) merupakan salah satu pengobatan alternatif berbahan alami yang memiliki sifat antibakteri dengan efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dan perubahan rantai kokus Streptococcus mutans setelah direaksikan dengan ekstrak daun Bidara. Penelitian ini dibagi menjadi 5 kelompok yaitu ekstrak daun Bidara dalam konsentrasi 25%; 12,5%; 6,25%, kontrol negatif (akuades), dan kontrol positif (klorheksidin 0,2%) dengan waktu inkubasi 24 jam. Penilaian toksisitas Streptococcus mutans dibaca dengan Spektrofotometer, dan perubahan rantai kokus pada Streptococcus mutans diamati menggunakan mikroskop. Analisis data menggunakan uji Kruskal-wallis. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak daun Bidara dan kontrol negatif (akuades). Nilai toksik paling baik terdapat pada ekstrak daun Bidara konsentrasi 6,25% dengan waktu inkubasi 24 jam dan adanya perubahan rantai kokus pada Streptococcus mutans setelah direaksikan dengan ekstrak daun Bidara pada konsentrasi 25%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122426</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-16 11:17:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-16 11:30:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>