<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122415">
 <titleInfo>
  <title>KLASIFIKASI TIGA VARIETAS NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH) MENGGUNAKAN DATA NIR YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN KEMOMETRI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SETIA MURNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk tanaman nilam (Pogostemon cablin benth) yang merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri terbesar dan memiliki banyak manfaat bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tiga jenis tanaman nilam di indonesia yaitu nilam Aceh, nilam Jawa dan nilam Sabun, jenis nilam yang banyak dibudidayakan yaitu nilam Aceh. Nilam Aceh dibagi lagi menjadi beberapa varietas termasuk varietas Lhokseumawe, Sidikalang dan Tapak Tuan. Dalam penelitian ini dilakukan klasifikasi tiga varietas nilam aceh diantarnya Lhokseumawe, Sidikalang dan Tapak Tuan menggunakan data Near Infrared (NIR) yang dikombinasikan dengan kemometri. Pengukuran data NIR dilakukan pada bilangan gelombang antara 10.000 hingga 4000 cm-1, spektrum terbentuk ketika bahan menyerap cahaya NIR, dimana akan menyebabkan molekul bervibrasi kemudian membentuk puncak dan lembah spektrum. Kemudian dilakukan pemodelan Principal Component Analysis (PCA) dan Partial Least Squares-Discriminant Analysis (PLS-DA). Hasil PCA dengan total  keragaman  100%  mampu mengelompokkan  tiga varietas nilam. Selanjutnya dilakukan pengklasifikasian berdasarkan Model PLS-DA dengan hasil score plot yang dapat mengklasifikasi tiga varietas nilam aceh, nilai loadings plot dan Explained Variance dalam katagori baik serta nilai kalibrasi data NIR dengan nilai R2 dan RMSEC masing-masing sebesar 0,780 dan 0,382. Selanjutnya untuk nilai R2 validasi dan RMSEC sebesar 0,744 dan 0,414.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data spektrum NIR yang dikombinasikan dengan kemometri dapat digunakan untuk mengklasifikasikan tiga varietas nilam Aceh.&#13;
Kata kunci: Tanaman Nilam (Pogostemon cablin benth), Kemometri, Near Infrared (NIR), Software origin&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122415</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-05 15:29:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-05 15:36:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>