<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122414">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI MINYAK JARAK (RICINUS COMMUNIS) SEBAGAI BASIS DAN SURFAKTAN ALAMI DALAM FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAFIRA MEYANTI PUTRI MULISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang sering terpapar benda asing dan membutuhkan pembersihan rutin menggunakan produk pembersih kulit. Sabun merupakan produk pembersih kulit yang dapat digunakan. Banyak produk sabun yang telah beredar mengandung bahan sintesis sebagai surfaktannya. Bahan sintetis ini dapat menimbulkan efek negatif bagi manusia yang memiliki kulit sensitif, yaitu dapat menyebabkan iritasi. Beberapa bahan yang sering digunakan seperti sodium lauryl sulfate (SLS) dan diethanolamine dapat mengiritasi kulit meskipun konsentrasinya berada dalam kadar yang diizinkan. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mengganti bahan-bahan sintetis tersebut adalah minyak jarak. Minyak jarak mengandung beberapa asam lemak yang dapat berfungsi sebagai surfaktan yang tergolong kedalam anionik surfaktan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak jarak dapat digunakan sebagai alternatif basis dan surfaktan alami pada formulasi sabun, mengetahui konsentrasi minyak jarak terbaik yang dapat digunakan dan mengetahui mutu serta stabilitasnya pada saat penyimpanan. Konsentrasi minyak jarak yang digunakan dalam formulasi adalah F1 (10%), F2 (20%) dan F3 (30%). Hasil uji evaluasi organoleptis warna sediaan F2 kuning pucat dan F3 kuning, aroma sediaan F2 dan F3 khas minyak atsiri serai wangi, Tekstur F2 sedikit kental dan F3 Kental. Hasil Evaluasi uji pH, uji bobot jenis, uji viskositas dan uji tinggi busa sediaan F2 dan F3 telah memenuhi persyaratan mutu sediaan yang baik. Sedangkan, sediaan F1 tidak membentuk sabun. Hasil uji hedonik menunjukkan sediaan F2 lebih disukai oleh panelis dan semua sediaan tidak memberikan efek iritasi. Hasil uji Anova menunjukkan adanya perbedaan pada sediaan sabun mandi cair terhadap uji sifat fisik sabun cair pada cycling test dalam masa penyimpanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122414</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-05 15:28:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-05 15:29:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>