<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122402">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS KOMPOSIT SILIKA TERMODIFIKASI MAGNETIT SEBAGAI PENJERAP DAN PENDEGRADASI TETRASIKLIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI HAYYATUN NUUFUS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Residu tetrasiklin merupakan salah satu jenis limbah yang paling sering terkontaminasi diperairan yang dapat memberi banyak dampak negatif terhadap ekosistem perairan. Silika menjadi salah satu bahan penjerap yang dapat digunakan untuk mengurangi konsentrasi tetrasiklin diperairan, namun tidak dapat menguraikan tetrasiklin yang telah dijerap. Untuk itu, silika dikombinasi dengan magnetit agar dapat mendegradasi tetrasiklin yang telah dijerap melalui kombinasi proses adsorpsi dan Fenton-like. Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi dan mengetahui kemampuan silika termodifikasi magnetit dalam menjerap dan mendegradasi tetrasiklin. Komposit silika-magnetit dikarakterisasi menggunakan Fourir Transform Infrared (FT-IR) Spectroscopy, X-ray Diffraction (XRD), dan analisis Scanning Electron miscroscope (SEM). Jumlah silika, magnetit dan komposit yang berhasil diperoleh masing-masing adalah sebesar 14,64 g; 10,40 g; dan 11,57 g. Terbentuknya komposit ditandai dengan adanya perubahan-perubahan yang spesifik pada hasil FTIR, XRD dan SEM. Komposit diuji kemampuan dalam menjerap tetrasiklin menggunakan beberapa parameter (konsentrasi tetrasiklin, bobot komposit, dan pH tetrasiklin) untuk menemukan kondisi terbaik penjerapannya dan dilanjutkan dengan degradasi tetrasiklin melalui proses Fenton-like. Hasil menunjukkan bahwa komposit mampu menjerap tetrasiklin pada kondisi optimum (konsentrasi tetrasiklin 50 ppm, bobot adsorben 0,02 g dan pH 2) dengan nilai kapasitas adsorpsi sebesar 22,88 mg/g. Proses adsorpsi tetrasiklin terjadi secara fisika yang ditandai dengan tinggi nilai korelasi pada model Freundlich (R2 = 0,8064) dibandingkan dengan model Langmuir (R2 = 0,5874). Hasil kombinasi adsorpsi dan degradasi melalui proses Fenton-like menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan penghilangan konsentrasi tetrasiklin dari 34,82% menjadi 80,12%. Sebagai kesimpulan, kombinasi metode adsorpsi dan degradasi melalui proses Fenton-like mampu meningkatkan penghilangan konsentrasi tetrasiklin secara signifikan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Adsorpsi, degradasi, Fenton-like, komposit, tetrasiklin &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122402</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-05 13:55:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-05 14:54:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>